dominos coupon codes today

shopclues offers of the day

amazon coupons for mobiles

cleartrip coupon code

globalnin.com

Home / Program Agro

Program Agro

Sensus Ternak

Hasil kegiatan program berupa data populasi ternak di Desa Ciwaru. Data tersebut kemudian diarsipkan dan nantinya diberikan kepada Dinas Peternakan serta pemerintahan desa. Adanya pengarsipan data tersebut dapat berguna untuk memudahkan pengontrolan penyakit.

Hambatan dari program ini adalah para warga yang kurang terbuka ketika pengabilan data. Warga mengharap adanya tindak lanjut seperti misalnya pemberian obat cacing atau vitamin untuk ternak setelah dilakukan pendataan.

Program ini secara jelas melibatkan masyarakat sebagai data primer dalam kegiatan ini. Seluruh data didapatkan dari hasil wawancara dengan warga.

Peran serta masyarakat dalam program ini terlihat dari beberapa aparat desa yang turut serta membantu dalam melakukan pengambilan data dari rumah satu ke rumah yang lain.

Potensi pengembangan/keberlanjutan adalah dengan diadakannya petugas khusus untuk melakukan sensus. Atau diharuskannya pelaporan kepemilikan ternak kepada pemerintah desa

 

Sensus Anjing

Hasil kegiatan program berupa data populasi anjing peliharaan di Desa Ciwaru. Data tersebut kemudian diarsipkan dan nantinya diberikan kepada Dinas Peternakan serta pemerintahan desa. Adanya pengarsipan data tersebut dapat berguna untuk memudahkan pencegahan penyakit-penyakit yang ditularkan oleh anjing seperti rabies.

Hambatan dari program ini adalah luasnya wilayah kedusunan-kedusunan di Desa Ciwaru sehingga tidak semua pemilik anjing dapat tersensus.Mendatangi satu persatu rumah warga di Desa Ciwaru maupun bertanya ke orang-orang sekitar karena tidak adanya informasi yang pasti tentang siapa saja yang memiliki anjing merupakan tantangan dalam menjalankan program ini.

Program ini secara jelas melibatkan masyarakat sebagai data primer dalam kegiatan ini. Seluruh data didapatkan dari hasil wawancara dengan warga.

Peran serta masyarakat dalam program ini terlihat dari beberapa warga yang sangat terbuka ketika dilakukan pengambilan data. Serta beberapa aparat desa yang turut serta membantu dalam melakukan pengambilan data dari rumah satu ke rumah yang lain.

Potensi pengembangan/keberlanjutan adalah dengan diadakannya petugas khusus untuk melakukan sensus. Atau diharuskannya pelaporan kepemilikan anjing kepada pemerintah desa.

 

Pemberian obat cacing dan vitamin pada ternak

Hasil kegiatan program berupa pemberian obat cacing dan vitamin pada ternak domba di Dusun Cihuni, Cikanteh, dan Tegal Caringin. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan ternak dari penyakit cacingan dan mensejahterakan masyarakat melalui peningkatan produktivitas ternak.

Hambatan dari program ini adalah jarak antar rumah yang jauh sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk pemberian obat cacing serta vitamin di tiap dusunnya. Vitamin yang diberikan dari dinas juga hanya mencukupi untuk pemberian di dua dusun, sehingga ada beberapa ternak yang tidak diberikan vitamin, Waktu umbar juga membatasi pelaksanaan program ini, karena akan susah memberikan obat cacing dan vitamin pada ternak yang sedang diumbar. Banyaknya domba di Desa Ciwaru merupakan salah satu tantangan dalam menjalankan program ini.

Peternak sangat antusias dengan adanya pemberian obat cacing dan vitamin ini, dikarenakan mereka tidak perlu lagi menygeluarkan uang untuk membeli obat dan ternaknya menjadi lebih sehat.

Program ini tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari beberapa pihak. Pihak mitra yang secara langsung memberikan dukungan adalah PT. Fenanza Putra Perkasa dengan memberikan bantuan berupa obat cacing. Pihak Dinas Peternakan juga turut serta  dalam memberikan vitamin untuk ternak. Beberapa perangkat desa juga banyak membantu dalam pelaksanaan program ini.

 

Sosialisasi Rabies

Kegiatan berupa sosialisasi penyakit rabies bertujuan  untuk  memberikan  pengetahuan  kepada masyarakat  akan  penyakit  dari  hewan  ke  manusia  atau  sebaliknya.  Sehingga, masyarakat menjadi lebih tahu dan dapat melakukan pencegahan dan penanganan. Kegiatan ini meliputi sosialisasi door to door  ke  pemilik anjing dan masyarakat. Persiapan  kegiatan  meliputi  koordinasi  klaster  agro, dinas peternakan sukabumi, puskeswan surade dan mantan ketua gapoktan  serta  cetak  leaflet. Kegiatan ini mendapat respon positif dari pemilik anjing  dan masyarakat, dikarenakan tidak adanya petugas kesehatan hewan di desa Ciwaru, sehingga masyarakat berharap  petugas  kesehatan  hewan  sering  mengadakan  sosialisasi  ataupun pemeriksaan.  Kemudian  juga mendapat respon positif dari petugas kesehatan hewan Puskeswan. Masyarakat memberi respon positif pada program ini karena banyak anjing yang berkeliaran dan adanya kasus manusia tergigit anjing liar. Hambatan dan tantangan dari pelaksanaan  program ini yaitu sosialisasi tidak tersebar merata hanya di beberapa dusun sehingga tidak semua masyarakat mendapat informasi terkait rabies.

 

Vaksinasi rabies

Hasil kegiatan program berupa peningkatan ketahanan imun anjing terhadap serangan rabies, sehingga menurunkan peluang terjangkit rabies. Hambatan program ini adalah pemilik anjing beranggapan bahwa anjingnya menjadai lemas setelah divaksin, sehingga sulit saat diajak berburu. Tantangannya ialah memerlukan keahlian khusus dalam melaksanakan vaksinasi. Kami bekerja sama dengan Dinas Peternakan Surade.

Masyarakat ikut andil aktif mendukung program ini. Ada peluang bagi program ini untuk dilanjutkan, karena program  seperti ini sangat dibutuhkan mengingat wabah rabies sangat berbahaya bagi masyarakat dan Desa Ciwaru merupakan daerah rawan rabies. Selain itu, adanya Geopark Ciletuh juga meningkatkan kemungkinan penularan rabies melalui lalu lintas hewan di daerah tersebut. Sebagai desa yang didalamnya terdapat Geopark yang diakui oleh UNESCO, maka sudah seharusnya menjadi daerah yang bebas penyakit rabies. Diperlukan tenaga ekstra dalam melaksanakan program ini.

 

Desa Apps

Kegiatan program berupa pengenalan aplikasi desa apps yang merupakan aplikasi penyuluhan digital untuk pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, maupun kehutanan. Desa Apps menyediakan ruang komunikasi/diskusi/edukasi untuk para petani, penyuluh, maupun expert. Sehingga diharapkan dapat memperbaiki kualitas petani di Indonesia mulai dari perencanaan, penanaman, perawatan, panen, maupun analisis usaha tani. Pengenalan desa apps ini dilaksanakan bersamaan dengan program sosialisasi pengendalian hama wereng dan demo pembuatan pupuk organik cair dengan presentasi powerpoint, pemberian leaflet dan melatih masyarakat untuk menjalankan aplikasi desa apps.

Hambatan dan tantangan dalam program yaitu tidak semua petani memiliki handphone android, sehingga masih awam dengan penggunaan aplikasi  handphone android. Peserta dalam program ini adalah BP3K, gapoktan dan para petani yang antusias dan tertarik dalam mempelajari penggunaan Desa Apps. Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya berbagi informasi digital yang dapat membantu usaha tani sebagai ruang diskusi dalam permasalahan tani, info cuaca, info pasar dan catatan tani.

 

Penanaman Refugia

Program ini dilaksanakan pada 29, 30 Juli 2018 dan 4 Agustus 2018. Program penanaman refugia merupakan program yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkaya keragaman serangga khususnya musuh alami hama tanaman padi di Desa Ciwaru. Selain itu penanaman refugia juga dapat menjaga keseimbangan ekosistem serta memperindah lingkungan Desa Ciwaru yang merupakan kawasan wisata Geopark Cileteuh. Hasil dari kegiatan ini adalah tertanamnya tanaman refugia seperti bunga kenikir dan bunga matahari di Curug Sodong dan di Pekarangan Rumah Warga Dusun Cikanteh. Penanaman dilakukan pada sore hari oleh mahasiswa KKN, pengunjung Curug Sodong, dan warga dusun Cikanteh.

Hambatan dari pelaksanaan program ini adalah tidak ditanamnya kembali padi di musim tanam ketiga ini, karena ketersediaan air yang tidak mencukupi. Kondisi lahan yang diberokan atau tidak ditanami, tidak memungkinkan untuk ditanami refugia. Hal tersebut mengakibatkan perubahan sasaran lokasi penanaman, yang rencananya dilakukan di pematang sawah, berganti lokasi di wisata Ciwaru yaitu curug sodong dan pekarangan rumah warga. Hambatan selanjutnya adalah pertumbuhan tanaman refugia yang lambat, yang mengakibatkan mundurnya jadwal pelaksanaan dari yang telah direncanakan. Pengunjung Curug Sodong, Pengelola Curug Sodong dan warga tergolong kurang antusias dalam mengikuti kegiatan penanaman, karena hanya sekitar 10 pengunjung yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman refugia.

 

Dokter hewan kecil

Hasil kegiatan program berupa pengenalan profesi dokter hewan kepada anak-anak sejak usia dini. Pengenalan profesi dokter hewan ini dilakukan melalui dongeng dengan menggunakan properti wayang, pengenalan hewan, dan pengenalan alat-alat medis, serta lomba mewarnai.

Hambatan dalam program ini adalah penyesuaian jadwal pelaksanaan program dengan kegiatan belajar mengajar siswa kelas 2 di SD yang ada di Desa Ciwaru. Keaktifan anak-anak hingga membuat keributan merupakan suatu tantangan dalam menjalankan program ini.

Anak-anak sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai pengenalan hewan, dongeng dokter hewan dan aktif mencoba alat-alat medis serta mewarnai.

Program ini mendapat dukungan dari pihak sekolah dengan meluangkan waktu pelajaran untuk diisi oleh mahasiswa KKN.

 

Sosialisasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Hasil kegiatan program berupa pengenalan alat tangkap ramah lingkungan yang direkomendasikan oleh pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pengenalan alat tangkap tidak ramah lingkungan serta dampaknya bagi ekosistem laut maupun perekonomian nelayan.

Hambatan dari program ini adalah sulitnya mengumpulkan nelayan untuk menghadiri program sosialisasi sebab program dilaksanakan bertepatan dengan musim melimpahnya ikan di perairan Ciwaru sehingga banyak nelayan yang sibuk. Hambatan lain yakni terbatasnya pembicara dalam program sosialisasi ini sehingga mengharuskan program sosialisasi perikanan menjadi satu acara.

Masyarakat nelayan Tegal Caringin sangat antusias dalam program sosialisasi ini karena memberikan informasi baru terkait macam-macam alat tangkap ramah lingkungan.

Program ini tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari beberapa pihak. Pihak mitra yang secara langsung memberikan dukungan adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Sukabumi dan Kepala Tempat Pelelangan Ikan Sukabumi yang telah menjadi pembicara sosialisasi.

 

Sosialisasi Target Tangkapan Berkelanjutan

Hasil kegiatan ini berupa peningkatan wawasan nelayan dalam menangkap ikan. Hambatan program ini berupa kontroversi antar teori yang disampaikan saat sosialisasi dan praktik lapangan. Tantangannya ialah kami harus mengajak semua nelayan ikut aktif dalam mendukung program ini. Kami bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan pemegang wewenang setempat. Masyarakat ikut andil dalam mengikuti program sosialisasi.  Kami menemukan permasalahan utama bagi nelayan di Ciwaru. Ada peluang bagi program untuk tetap terus berjalan. Dikarenakan nelayan antusias mengikuti sosialisasi. Diperlukan kerjasama tim dalam mensukseskan program.

 

Sosialisasi Inovasi rumah ikan

Hasil kegiatan program berupa pengenalan inovasi rumah ikan sebagai solusi pengganti habitat ekosistem laut yang telah rusak akibat penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Hambatan dari program ini adalah sulitnya mengumpulkan nelayan untuk menghadiri program sosialisasi sebab program dilaksanakan bertepatan dengan musim melimpahnya ikan di perairan Ciwaru sehingga banyak nelayan yang sibuk. Hambatan lain yakni terbatasnya pembicara dalam program sosialisasi ini sehingga mengharuskan program sosialisasi perikanan menjadi satu acara.

Masyarakat nelayan Tegal Caringin sangat antusias dalam program sosialisasi ini karena memberikan informasi baru terkait solusi dalam mengatasi hasil tangkapan semakin sedikit. Sedikitnya hasil tangkapan ikan nelayan disebabkan oleh rusaknya habitat laut akibat penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Program ini tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari beberapa pihak. Pihak mitra yang secara langsung memberikan dukungan adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Sukabumi dan Kepala Tempat Pelelangan Ikan Sukabumi yang telah menjadi pembicara sosialisasi.

 

Pelatihan Pengolahan Ikan

Desa Ciwaru memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga dapat menjamin ketersediaan bahan baku ikan yang berkelanjutan. Pemafaatan bahan baku yang berlimpah dapat dilakukan dengan adanya pengolahan diversifikasi ikan. Desa Ciwaru hanya memiliki beberapa produsen pengolah  ikan yaitu bakso ikan dan ikan kering. Penganekaragaman atau diversifikasi pangan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Diversifikasi ini bertujuan untuk memenuhi selera konsumen yang beragam dan berkembang sehingga selalu ada alternatif dan penyegaran menu dengan demikian kejenuhan pasar dapat teratasi.

Pelatihan tidak hanya dilakukan oleh anggota ibu-ibu PKK Desa Ciwaru tetapi juga mengajak masyarakat sekitar khususnya Ibu Rumah Tangga. Program ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu di Dusun Cihuni dan Dusun Gunung Batu. Pelatihan dilakukan di rumah salah satu warga dan dilakukan demo masak oleh mahasiswa. Bahan-bahan pembuat kaki naga telah dipersiapkan sebelumnya dan diberikan lefleat resep kaki naga kepada peserta pelatihan. Peserta tidak hanya diberikan pelatihan tetapi juga diberitahu pentingnya berwirausaha secara berkelanjutan untuk mengisi waktu luang agar bermanfaat dan menyokong ekonomi keluarga serta informasi nilai gizi.

Hasil program berupa produk olahan hasil perikanan menjadi produk olahan kaki naga. Melalui program ini, masyarakat Dusun Cihuni dan Dusun Gunung Batu dapat mengolah hasil perikanan laut menjadi produk olahan khas Desa Ciwaru.

Hambatan dari program ini adalah sulitnya mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga di Dusun Gunung Batu karena bertepatan dengan program dusun sehingga banyak ibu rumah tangga yang tidak menghadiri program pelatihan pengolahan ikan.

Ibu rumah tangga di Dusun Cihuni dan Gunung Batu sangat  antusias dalam program pelatihan ini karena memberikan informasi baru terkait produk olahan ikan yakni kaki naga yang dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Partisipasi masyarakat sangat baik sekali terbukti dari banyaknya warga yang ikut dalam kegiatan pelatihan pengolahan ikan menjadi kaki naga meskipun waktu pelaksanaan sosialisasi bertepatan dengan acara dusun yakni pengajian rutin. Warga juga sangat aktif bertanya selama pelatihan dan sangat tertarik untuk memulai berwirausaha.

 

Pelatihan Pembuatan Biobriket

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 4 Agustus 2018 di Dusun Gunungbatu. Hasil kegiatan program berupa pembekalan ketrampilan membuat biobriket yang berasal dari limbah penggilingan padi yaitu sekam padi. Tujuan dari kegiatan progam ini yakni memanfaatkan limbah yang tidak berguna dan tidak memiliki nilai ekonomi menjadi produk yang lebih berguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Peserta dari kegiatan ini yaitu bapak-bapak dan ibu-ibu yang berprofesi sebagai petani. Pada saat pelaksaan kegiatan jumlah peserta yang hadir yaitu 15 orang. Tujuan sasaran kegiatan ini merupakan petani karena bersingungan langsung dengan limbah pertanian yakni sekam padi. Dengan demikian, harapannya dengan pembekalan ketrampilan ini dapat menambah wawasan dalam menangani dan memanfaatkan limbah padi menjadi produk yang bernilai jual lebih tinggi.

            Hambatan dari kegiatan ini adalah susah mengumpulkan warga karena sedang musim panen. Selain itu susah membakar sekam padi menjadi arang sekam sempurna karena keterbatasan alat.

            Progam ini mendapat dukungan dari bapak Ketua RT yaitu Bapak Mukti di kampung Gunungbatu dengan cara mengundang warga untuk berkumpul di rumahnya. Meskipun demikian, kegiatan ini pernah tidak mendapatkan dukungan oleh Ketua RT lain yaitu pada kampung Pasanggarahan. Keterlibatan masyarakat cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini dikarenakan pelatihan seperti ini baru pertama kali dilakukan pada kampung tersebut. Namun, hanya beberapa masyarakat yang mengikuti hingga acara berakhir karena sudah menjelang waktu maghrib.

            Meskipun sasaran utama dari kegiatan ini adalah bapak-bapak, namun ibu-ibu lah yang tertarik untuk belajar bagaimana mengolah dan menangani limbah padi. Hasil progam ini dapat melatih ketrampilan dalam mengolah suatu benda yang tidak berguna menjadi lebih berguna dan memiliki nilai ekonomi. Apabila hal ini dilatih secara terus menerus maka dapat menjadi penghasilan tambahan bagi petani. Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya membantu mengatasi permasalahan kecil bagi masyarakat. Namun apabila dilakukan secara rutin dan terus menerus akan menciptakan perubahan besar.

 

Pembuatan Jerami Amoniasi

Hasil kegiatan berupa jerami amoniasi yang dapat digunakan peternak sebagai pakan domba dan kambing. Hambatan dari program ini adalah kurangnya bantuan tenaga dalam melakukan sosialisasi, karena banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan sosialisasi di seluruh wilayah.  Peran serta masyarakat dalam program ini terlihat dari adanya keseriusan masyarakat dalam ikut andil pembuatan jerami amoniasi. Masyarakat terlibat dalam proses pembuatan jerami amoniasi. Temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah cara pembuatan jerami amoniasi yang berbeda dibandingkan cara membuat jerami amoniasi di perkuliahan. Disini, alat yang digunakan cukup simpel dan memaksa kita untuk menggunakan alat yang seadanya. Program ini berpotensi untuk dilanjutkan karena bahan dan alat yang diperlukan mudah diperoleh dan terjangkau. Selama dilakukannya program ini, diperlukan tenaga ekstra. Sehingga tubuh kita harus dijaga tetap sehat dan bugar.

 

Pelatihan Pembuatan Oleh-oleh Manisan Mangga

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2018 di Dusun Cikanteh. Hasil kegiatan program berupa pembekalan ketrampilan membuat oleh-oleh khas yang berasal dari sumber daya yang dimiliki oleh Desa Ciwaru yaitu mangga. Tujuan dari kegiatan progam ini yakni menghadirkan oleh-oleh khas Desa Ciwaru berupa olahan makanan. Selain itu juga bertujuan untuk menaikan nilai jual mangga yang biasanya hanya dijual langsung dalam bentuk buah tanpa diolah terlebih dahulu.

Peserta dari kegiatan ini yaitu ibu-ibu rumah tangga sebanyak 5 orang. Tujuan sasaran kegiatan ini merupakan ibu rumah tangga karena ibu rumah tangga tidak memiliki kegiatan produktif yang dilakukan selain mengurus rumah tangga. Dengan demikian, harapannya dengan pembekalan ketrampilan ini dapat mengisi waktu senggang bagi mereka serta bisa menambah penghasilan bagi keluarga apabila dijual sebagai oleh-oleh kepada wisatawan.

Tahapan dari kegiatan ini yakni dimulai dengan pengamatan langsung pada daerah wisata, wawancara kepada masyarakat, serta wawancara kepada penanggungjawab pariwisata yakni Bapak Yudi. Setelah mengetahui bahwa belum ada oleh-oleh khas yang berhasil dibuat serta mengetahui kendala-kendala saat membuat oleh-oleh yang telah dilakukan tim KKN yang pernah datang maka dipilihlah pelatihan pembuatan manisan mangga. Selain mudah untuk dibuat, mangga merupakan bahan baku yang sangat mudah untuk didapatkan karena hampir semua orang memiliki pohon mangga di halaman rumahnya. Kemudian, arahan Bapak Yudi mengatakan bahwa harus menemui Bapak Ikin yang beralamat di dusun Cikanteh karena beliau merupakan pengusaha mangga yang memiliki kebun cukup banyak. Selain itu, mangga di dusun lain belum berbuah dikarenakan tidak diberi obat seperti apa yang dilakukan oleh warga dusun Cikanteh. Selanjutnya koordinasi dilakukan bersama Bapak Ikin. Setelah menemukan waktu dan tempat yang telah disepakati maka dilakukan persiapan bahan yakni dengan melakukan percobaan untuk menemukan takaran resep yang pas. Kegiatan pelaksanaan didahului dengan memetik mangga bersama Pak Ikin untuk memilih bahan baku yang bagus dan berkualitas pada hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pelaksanaan diawali dengan mengupas kulit mangga, lalu memotong daging mangga secara seragam. Pada saat mengupas mangga diberi informasi mengenai cara pemilihan bahan baku yang bagus dan berkualitas serta waktu pemetikan yang dianjurkan. Selanjutnya pada saat pemotongan mangga juga diberi informasi mengenai gizi yang terdapat pada buah mangga serta manfaat bagi kesehatan ketika mengonsumsi buah mangga. Setelah dipotong, bahan seperti gula, cabai, dan direbus hingga mendidih kemudian potongan mangga dimasukkan ke dalam wajan atau panci selama beberapa menit hingga mendingin baru dimasukan ke dalam kemasan atau toples yang tertutup. Saat merebus bahan diberi informasi mengenai umur simpan dan fungsi dari bahan bahan yang digunakan serta takaran gula yang dianjurkan, setelah itu saat mengemas diberi informasi mengenai cara pemasaran dasar yang bisa dilakukan.

Hambatan dari program ini adalah kurangnya bahan baku mangga karena belum musim panen terutama pada dusun Gunungbatu sehingga harus dilakukan di dusun lain yakni dusun Cikanteh. Selain itu hambatan yang lain adalah ketidakakuratan massa bahan karena tidak adanya neraca digital sehingga harus beberapa kali melakukan percobaan untuk menemukan takaran yang pas dengan satuan gelas.

Peran serta masyarakat dalam program ini terlihat dari ketua karangtaruna yang senantiasa membantu dan mendukung kegiatan dengan memberikan waktu, tempat, bahan baku mangga, serta mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk hadir dalam pelatihan.

Ibu-ibu rumah tangga merasa antusias mengikuti pelatihan ini karena biasanya pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN sasarannya hanya ibu-ibu PKK yang biasanya bertempat di balai desa.

Saat berbincang-bincang dengan warga saat melakukan pelatihan, didapatkan bahwa ibu-ibu rumah tangga sebenarnya ingin menjual oleh-oleh yang khas namun bingung harus membuat apa yang laku di pasaran.

Potensi keberlanjutan program kerja ini akan memberikan efek positif pada masa mendatang. Masyarakat Ciwaru cenderung mengikuti suatu hal jika ada salah satu orang yang telah berhasil. Bapak Ikin merupakan salah satu pengusaha yang suka berbisnis. Apabila Bapak Ikin berhasil memasarkan oleh-oleh manisan mangga, maka warga desa Ciwaru tentu juga akan meniru sehingga akan banyak ditemui oleh-oleh khas di Desa Ciwaru

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya mensederhanakan suatu hal yang rumit atau komplek menjadi hal yang sederhana dan mudah dilakukan oleh banyak orang.

 

Optimalisasi Kegiatan Pertanian Desa Ciwaru

Hasil kegiatan program ini berupa peran serta mahasiswa pada beberapa kegiatan petani di Desa Ciwaru. Peran serta mahasisa berupa partisipasi dalam kegiatan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), kontribusi dalam pemanenan padi, dan simulasi tanam kedelai di lahan petani. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kinerja petani dalam beberapa tahapan budidaya pertanian. Hambatan dan tantangan pada kegiatan ini adalah akses ke lokasi yan terbilang cukup jauh dari pondokan mahasiswa, sedangkan motor yang tersedia terbatas. Jarak kantor BP3K yang cukup jauh yaitu berlokasi di Tamanjaya menyebabkan sulitnya kordinasi secara langsung dengan pihak-pihak instansi yang terkait. Habatan tersebut dapat diatasi dengan koounikasi melalui media sosial Whatsapp yang telah umum digunakan oleh pihak BP3K.

Program ini berkoordinasi dengan pihak BP3K dan para penyuluh di Desa Ciwaru. Pihak-pihak tersebut antara lain Bapak Aan sebagai kepala BP3K, Bapak Ichwan sebagai pemerhati OPT, Bapak ahyu sebagai penyuluh daesah Desa Ciwaru, dan pihak-pihak instansi lainnya. Respon BP3K terhadap progra ini sangat baik,tercermin dari respon keberlanjutan dan undangan-undangan kepada mahasiswa dalam berpean aktif di tiap kegiatan pertanian di Desa Ciwaru. Kegiatan pemanenan padi juga merupakan hasil koordinasi dengan Bapak Dadan selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani tahun lalu. Masyarakat terutama para petani berperan aktif dalam kegiatan ini  dan menyambut mahasiswa dengan ramah dan antusias. Kegiatan mahasiswa selalu didampingi oleh petani setempat. Mahasiswa dan masyarakat salng membantu dalam setiap kegiatan.

Temuan baru dalam kegiatan ini antara lain adanya sistem bercocok tanam yang berbeda dari tahapan bercocok tanam pada umumnya. Pada kegiatan penanaman kedelai, lahan yang digunakan tidak melalui tahapan olah tanam terlebih dahulu. Benih kedelai yang sebelumnya sudah direndam menggunakan bakteri Rizobium dimasukkan ke dalam retakan-retakan atau celah sawah bekas pertanaman padi. Setelah tahapan penebaran benih, sawah ditutupi oleh jerami secara merata sebagai penutup tanah. Potensi keberlanjutan program ini sangat penting karena mahasiswa perlu memberikan kontribusi pada setiap kegatan masayarakat yang sudah berjalan saat itu. Program tidaklah selalu merupakan kegiatan baru, namun dapat berupa pengoptimalan kegatan-kegiatan yang telah berlangsung di Desa Ciwaru. Mahasiswa sebagai agen perubahan mampu menyampakan inovasi-inovasi terbarukan yang telah ada saat ini berdasarkan ilmu dan teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan. Perpaduan yang sinergis antara inovasi terbaru dan keadaan nyata di lapangan diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan kualitas pertanian di Desa Ciwaru. Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya melestarikan kebudayaan gotong royong pada setiap kegiatan dan kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan desa yang masih cukup kental gotong royongnya dapat menjadi pelajaran bagi mahasiswa dalam bersikap di masyarakat. Koordinasi yang baik dapat melancarkan setiap kegiatan.

 

Sosialisasi Pengendalian Hama Wereng

Sosialisasi Pengendelian Hama Wereng dilaksanakan pada hari Jum’at 27 Juli 2018 dan dihadiri oleh 15 petani dusun Nangkaleah. Sosialisasi di isi oleh Pak Aan selaku Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Ciemas serta Pak Ihwan selaku Pengamat Organisme Penganggu Tanaman Ciwaru. Selain sosialisasi, juga dilakukan demo pembuatan pestisida  nabati untuk pengendalian wereng. Demo pembuatan pestisida di pandu oleh Herika Mahasiswa KKN UGM.

Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak salah satunya oleh Bapak Edhi selaku ketua pengairan yang mengizinkan terlaksananya kegiatan di Rumah Juru Pengairan Cikanteh. Bapak Dadan selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani tahun lalu turut membantu merekomendasikan nama yang perlu diundang.

Program ini melibatkan pihak BP3K sebagai mitra dan petani dusun Nangkaleah. Petani sangat antusias mengikuti sosialisasi ini, sosialisasi tidak berjalan satu arah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari petani dan lamanya waktu diskusi. Hambatan program ini antara lain sulitnya mencari tempat untuk kegiatan sosialisasi, kehadiran pembicara dan beberapa petani yang tidak tepat waktu sehingga mengharuskan kegiatan mundur dari waktu yang telah ditentukan.

Kegiatan semacam ini memiliki potensi untuk dilakukan secara rutin sebagai ruang bertemunya petani dan pihak BP3K selaku Lembaga Pertanian. Kegiatan rutin ini dapat dijadikan untuk ruang diskusi dan transfer teknologi dari pemerintah ke petani.

 

Agro-Preneurship

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Agustus 2018 di SMA N 1 Ciemas dusun Cihuni dan pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2018 di MA Yatina dusun Gunungbatu. Hasil kegiatan program berupa pemberian motivasi untuk menjadi pengusaha di bidang agro. Tujuan dari kegiatan ini adalah penyiapan agar menjadi pengusaha bidang agro pada masa depan di desa Ciwaru.

Peserta dari kegiatan ini yaitu siswa kelas 12 dan beberapa siswa kelas 10 saat d    ilaksanakan di MA Yatina dengan total peserta 100 siswa. Target peserta yang dipilih pada kegiatan ini merupakan siswa SMA terutama kelas 12 dikarenakan siswa SMA hendak lulus dari sekolah dan biasanya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa SMA yang telah lulus di desa Ciwaru  biasanya hanya bekerja di desa Ciwaru maupun merantau di kota besar. Oleh sebab itu perlu dibekali juga dengan dasar-dasar yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha.

Tidak ada hambatan dalam program ini. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias yang positif dari peserta kegiatan. Namun, mayoritas siswa masih memiliki sifat malu dalam mengemukakan pendapat ataupun bertanya. Dengan demikian dilakukan pendekatan yang lebih halus.

Program ini mendapat dukungan penuh oleh seluruh sekolah yang tertarik dengan program ini. Sekolah menyediakan fasilitas pendukung seperti sound, speaker, mic, serta in foccus.

Siswa peserta di masing masing sekolah sangat antusias terhadap program ini. Hal ini dikarenakan mereka menganggap materi yang disampaikan merupakan materi yang benar benar baru dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari mereka.

Pada saat kegiatan berlangsung ditemukan bahwa siswa sangat tertarik dengan dunia wirausaha karena mungkin ini adalah ilmu yang baru bagi mereka.

Hasil program ini berpotensi besar untuk dapat mencetak pengusaha-pengusaha baru di desa Ciwaru yang nantinya akan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk dikelola menjadi bisnis pariwisata.

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya membangkitkan motivasi dalam diri seseorang serta mengingatkan pada tujuan yang harus dicapai. Hal ini akan memacu untuk belajar dan bekerja lebih giat.

 

Packaging Produk Hasil Pengolahan Ikan

Hasil kegiatan program berupa pelatihan pengemasan produk olahan ikan  yang sesuai dengan standar packaging yakni pemberian label halal, tanggal kadaluarsa produk, informasi gizi, lambang produk, nama produk, dll. Melalui program ini, masyarakat khususnya ibu rumah tangga Dusun Cihuni dan Dusun Gunung Batu dapat mengolah hasil perikanan menjadi produk olahan khas Desa Ciwaru. Pelaksanaan program di salah satu rumah warga yang terdapat di Dusun Cihuni dan Dusun Gunung Batu.

Hambatan dari program ini adalah sulitnya mengumpulkan ibu-ibu rumah tangga di Dusun Gunung Batu karena bertepatan dengan program dusun sehingga banyak ibu rumah tangga yang tidak menghadiri program pelatihan pengolahan ikan.

Ibu rumah tangga di Dusun Cihuni dan Gunung Batu sangat  antusias dalam program pelatihan ini karena memberikan informasi baru terkait pengemasan produk yang siap untuk dipasarkan di kalangan wisatawan sebagai oleh-oleh khas. Selain itu, ibu rumah tangga sangat tertarik diselenggarakannya pelatihan pengemasan produk olahan kaki naga sebab dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Partisipasi masyarakat sangat baik sekali terbukti dari banyaknya warga yang ikut dalam kegiatan pelatihan pengolahan ikan menjadi kaki naga meskipun waktu pelaksanaan sosialisasi bertepatan dengan acara dusun yakni pengajian rutin. Warga juga sangat aktif bertanya selama pelatihan dan sangat tertarik untuk memulai berwirausaha.

 

Gemar Makan Ikan

Hasil kegiatan ini ialah peningkatan wawasan siswa SD terkait manfaat mengkonsumsi ikan. Hambatan program ini ialah diperlukan biaya yang tidak sedikit dalam melakukan program ini, Tantangannya ialah kami harus mengubah wawasan siswa SD yang tidak suka makan ikan menjadi suka makan ikan. Kami bekerja sama dengan pihak sekolah dalam melaksanakan program ini. Siswa  SD ikut aktif dalam mendukung program ini. Kami menemukan pengalaman baru terkait diskusi dengan siswa SD. Ada peluang bagi program ini untuk terus berlanjut, karena desa Ciwaru adalah desa penghasil ikan. Diperlukan kerjasama antar tim yang bagus dalam melaksanakan program ini.

 

Sosialisasi Pentingnya Minum Susu

Hasil kegiatan program berupa bertambahnya wawasan siswa SD terkait pentingnya minum susu. Susu adalah produk makanan yang bernilai gizi tinggi, murah, dan terjangkau. Namun masyarakat dalam pemahamannya masih kurang, sehingga harus diinformasikan lebih jauh lagi. Hambatan dari program ini ialah bahan dan alat yang membutuhkan biaya, serta konsep acara yang harus disusun secara matang. Tantangan di program ini ialah, dalam melakukan sosialisasi, dibutuhkan keseriusan dari peserta dalam menerima materi. Program ini didukung oleh pihak sekolah, sehingga kami berterima kasih banyak atau dukungan mereka. Peran aktif siswa dalam program ini terlihat dari keseriusan siswa dalam berdiskusi di kelas. Ditemukan metode diskusi yang cocok bagi siswa SD, yaitu dengan cara menjelaskan materi kemudian diadakan kuis berhadiah bagi siapa yang memiliki nilai kuis tinggi. Program ini secara terknis memiliki peluang yang sedikit untuk dilanjutkan kembali. Namun yang terpenting ialah pemahaman siswa SD terkait pentingnya minum susu terlihat baik, dikarenakan metode pengajaran dan diskusi yang cocok bagi siswa SD. Pelajaran penting yang dapat diperoleh dari program ini adalahdiperlukan kesabaran dan kreativitas dalam berdiskusi dengan siswa SD.

 

Pembuatan Pupuk Bokashi

Hasil kegiatan program berupa pupuk bokashi yang dapat digunakan peternak maupun petani dalam menyuburkan tanamannya. Hambatan dari program ini adalah kurangnya minat dalam membuat pupuk bokashi karena masih ada masyarakat yang merasa jijik dengan kotoran. Tantangan program ini ialah kami harus meyakinkan masyarakat bahwa pupuk bokashi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tidak ada ikatan kemitraan dalam melaksanakan program ini. Masyarakat ikut aktif dalam menyediakan alat dan bahan yang diperlukan dalam melaksanakan program. Petani dan peternak tidak terlalu antusias dalam membuat pupuk bokashi, karena mereka telah memiliki cara tersendiri dalam mengolah kotoran. Temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah bahwa pengolahan kompos memiliki banyak metode, sehingga kita dapat mencocokkan metode tersebut sesuai dengan kemampuan kita. Ada peluang bagi program ini untuk terus berlanjut walaupun petani maupun peternak memiliki cara tersendiri dalam pengolahan kotoran ternak. Jika hasil dari pupuk bokashi lebih baik dari cara mereka, maka mereka akan menggunakan metode ini. Pelajaran penting yang dapat diperoleh dari program ini adalah diperlukan rasa saling mengerti dan usaha yang keras dalam menjalankan program kerja.

 

Pembuatan UMMB

Hasil kegiatan ini adalah produk urea molasses mineral block yang dapat digunakan peternak sebagai tambahan pakanatau suplemen bagi ternaknya. Hambatan program ini ialah bahan seperti molasses yang sulit ditemukan. Tantangan pada pelaksanaan program ini ialah diperlukan tenaga ekstra dalam melakukan program ini. Tidak ada kerjasama dengan mitra pada saat dilaksanakan program ini. Masyarakat ikut andil dalam pembuatan UMMB. Tidak ditemukan penemuan baru pada pelaksanaan program ini. Program ini dapat bersifat sustainable karena bahan dan alat yang digunakan terjangkau dan pembuatannya yang mudah. Diperlukan tenaga ekstra dan kesabaran dalam menjalankan program ini.

 

Pemasaran Potensi Souvenir Terarium

Hasil kegiatan program ini memberikan cara bagaimana melakukan pemasaran terkait terarium yang dapat dijadikan souvenir khas Ciwaru karena nilai jualnya yang cukup tinggi dengan sasarannya adalah anak muda maupun turis yang berkunjung ke Curug Sodong/Cikanteh.

Hambatan dan tantangan yang didapat adalah masyarakat masih belum berminat untuk serius terhadap terarium ini dikarenakan terkendalanya bahan-bahan dan juga belum berminat untuk dikomersilkan secara umum.

Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat yang didapat adalah Ibu-ibu PKK, yang menjadi sasaran program ini, dapat dikatakan mendukung dengan adanya pelaksanaan program ini.

Keterlibatan dalam masyarakat selama program berjalan, Ibu-Ibu PKK cukup membantu dalam beberapa penyediaan bahan baku guna terlaksananya program terarium yang diusung oleh klaster agro dan penyampaian materi dapat diterima cukup baik seusainya.

Temuan baru yang ditemukan adalah potensi souvenir terarium untuk turis cukup diminati oleh, setidaknya, Ibu-Ibu PKK—bahwa mereka melihat adanya potensi yang baik dari hal ini.

Potensi pengembangan/keberlanjutan adanya potensi untuk dikembangkan dan dicari celah terkait program ini.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan yang didapat adalah kepedulian bersama; jikalau mendapat kesulitan, maka yang lain membantu.

 

Demo Pembuatan Pupuk Organik Cair

Hasil kegiatan program ini berupa pelatihan atau demonstrasi dalam pembuatan pupuk organik cair. Pupuk organik cair merupakan salah satu usaha dalam pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat dalam budidaya tanaman. Hasil dari program ini yaitu masyarakat diharapkan mampu memenejemen samah rumah tangga yang berupa sampah organik menjadi benda yang bermanfaat seperti pupuk organik cair ini. Program ini juga bertujuan untuk menanggulangi permsalahan sampah di Desa Ciwaru. Kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan penyerahan tong komposter kepada Bapak Dadan selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani tahun lalu dan petani dari Dusun Cikanteh agar dapat dilanjutkan secaa mandiri oleh kelompok tani tersebut.

Hambatan yang didapatkan adalah sulitnya mendapatkan ranting maupun dahan pohon yang perlu dibakar menjadi biochar yang digunakan sebagai lapisan terbawah tong komposter. Tong komposter dalam bentuk jadi juga sulit ditemukan sehingga perlu dilakukan pembuatan tong komposter secara manual. Hambatan tersebut mampu diatasi seperti bahan biochar diganti menjadi arang dan pembuatan tong kopster menggunakan tong penampung air bekas maupun tong bekas cat yag kemudian dilubangi dan dipasangi dengan keran sehingga membutuhkan biaya yang lebih sedikit.

Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak salah satunya oleh Bapak Edhi selaku ketua pengairan yang mengizinkan terlaksananya kegiatan di Rumah Juru Pengairan Cikanteh. Bapak Dadan selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani tahun lalu turut membantu merekomendasikan nama yang perlu diundang.

Masyarakat khususnya para petani sangat antusias dalam mengikuti jalannya pelatihan pembuatan pupuk organik cair ini. Hal tersebut dilihat dari pertnyaan pertayaan yang dilontarkan maupun kegiatan mencatat langkah-langkah pembuatan pupuk organik cair oleh beberapa peserta pelatihan. Salah seorang petani Dusun Cikanteh juga ikut berpartisipasi walaupun kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Nangkaleah.

Program ini berpotensi keberlanjutan yang besar karena mampu menanggulangi permasalahan sampah yang umm terjadi di Desa Ciwaru. Program yang berkelanjutan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih baik dan mampu dihasilkan menjadi barang yang bermanfaat seperti pupuk organik cair. Kemudahan dalam pengadaan alat dan bahan serta pemberian sampel alat yang secara langsung dapat digunakan juga mampu memperkuat potensi keberlaanjutan program ini.

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah perlu adanya pionir atau pelopor dalam melaksanakan suatu program yang bersifat mengajak banyak masa. Pioir berperan sebagai pemantik agar masyarakat yang cenderung takut untuk memulai inovasi mau untuk menjalankan suatu kegiatan baru. Pionir disini dapat berasal dari mahasiswa maupun petani yang berpikiran terbuka dan mau menerima inovasi terbarukan di bidang pertanian.

 

Pengenalan Vertikultur

Hasil kegiatan program berupa vertikultur berbentuk pot yang digantung secara vertikal. Pot dihasilkan dari pemanfaatan limbah atau sampah botol plastik yang kemudian dihias menjadi sebuah pot. Pada program ini dilakukan pengenalan dunia pertanian kepada siswa SD untuk lebih mencintai kegiatan bertani. Kegiatan ini mengenalkan tahapan-tahapan dalam bercocok tanam secara sederhana mengunakan pot gantung dan tanaman sawi yang mudah dipraktekkan. Setelah mendapatkan pengenalan vertikultur, siswa mampu mempraktekkan secara mandiri di rumah dan memiliki mindset bahwa dunia pertanian itu menyenangkan. Selain itu siswa memiliki pengetahuan dalam hal mencampur warna melalui kegiatan pengecatan pot.

Hambatan pada program ini adalah sulitnya menentukan lokasi tempat menggantungkan hasil vertikultur yang telah dibuat oleh siswa. Hambatan tersebut diatasi dengan pemasangan vertikultur di lokasi Pojok Geopark di SD Tegalcaringin. Posisi pemasangan yang terlalu tinggi dapat disiasati dengan penyiraman pot tertinggi menggunakan meja dan dibantu oleh guru maupun karyawan di kemudian hari. Selain itu sulitnya membagi kelompok dan pengkondisian siswa. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan membagi kelompk dengan konsep games.

Proses koordinasi dengan pihak sekolah melalui Bapak Dadah selaku guru SD Tegalcaringin. Selama proses koordinasi Bapak Dadah maupun pihak sekolah sangat kooperatif dalam menanggapi program ini. Koordinasi berjalan lancar terutama dalam hal pengumuman kepada siswa tentang pelaksanaan program ini dan pengumuman untuk membawa pupuk kepada siswa kelas 4. Koordinasi dalam hal pengadaan tanah juga berjalan lancar karena diambil langsung di sawah belakang SD Tegalcaringin dibantu oleh karyawan dan siswa.

Program ini melibatkan siswa kelas 4 SD Tegalcaringin. Selama program berjalan siswa sangat antsias dalam mengikuti tahapan tahapan kegiatan vertikultur. Antusiasme terlihat jelas pada tahapan pengecatan pot menggunakan cat poster dan kegiatan menanam sawi ke daalam pot yang telah dihias.

Hasil program berupa vertikultur dapat berpotensi untuk digunakan secara terus menerus untuk menanam tanaman sayuran maupun tanaman hias secara berkelanjutan. Vertikultur yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai permulaan bagi pembuatan vertikltur yang lainnya sebagai hiasan di SD Tegalcaringin. Vertkultur yang telah dibuat bersama dapat menimbulkan sikap saling memiliki pada suatu benda sehingga secara tidak langsung menumbuhkan tanggung jawab pada diri siswa untuk merawat vertikultur tersebut. Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah perlunya menjaga semangat dalam mempelajari suatu hal baru. Sikap terseut tercermin dari antusiasme siswa dalam belajar dan mengikuti kegiatan pengenalan vertikultur.

 

Pengenalan Media Tanam Hidrogel

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 24 Juli 2018 di SD Tegalcaringin. Hasil kegiatan progam berupa pengenalan media tanam baru selain tanah yaitu hidrogel. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan bahwa media tanam bagi tumbuhan tidak hanya bisa dilakukan di media tanah namun juga dapat dilakukan di media tanam yang lain seperti hidrogel.

Peserta progam kegiatan ini adalah siswa kelas 4 SD sebanyak 35 siswa. Sasaran peserta kegiatan merupakan siswa SD dikarenakan sejak kecil siswa sudah harus dikenalkan dengan inovasi dan teknologi pertanian supaya sedini mungkin sudah tertarik dengan dunia pertanian.

Tidak ada hambatan dalam program ini. Bahan yang digunakan tidak terlalu banyak dan beberapa sudah disiapkan dari Yogyakarta.

Program ini mendapat dukungan penuh oleh seluruh sekolah dan guru-guru tertarik dengan program ini. Bahkan beberapa guru ikut meramaikan kegiatan seperti menyanyi dan menari bersama saat ice breaking.

Siswa merasa senang mengikuti progam kegiatan yang dilaksanakan. Siswa mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan tertib.

Budaya menghormati orang yang lebih tua sangat dirasakan di desa ini. Siswa SD dengan hormat mencium tangan saat bersalaman serta menyapa saat bertemu di jalan. Sikap seperti ini jarang ditemukan di kota.

Hasil program ini berpotensi untuk siswa agar lebih menyukai pertanian. Siswa menjadi tertarik dan merasa bahwa pertanian bisa menjadi hal yang menyenangkan sehingga siswa akan berusaha untuk belajar pertanian lebih jauh terutama tntang inovasi dan teknologi di bidang prtanian.

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya sikap menghormati orang yang lebih tua meskipun belum terlalu mengenal. Hal ini akan memperkuat hubungan antar seseorang menjadi lebih dekat.

 

Pembuatan Kompos

Hasil kegiatan berupa diskusi terkait pembuatan kompos dari bahan organik. Kegiatan diskusi didukung oleh poster dan tanya jawab antara audiens dan presenter. Hambatan yang dihadapi program ini adalah sulitnya menemukan sampah organik hasil rumah tangga yang layak digunakan sebagai kompos, karena masyarakat membakarnya bersama sampah non organik lain. Peran serta masyarakat dapat terlihat dari aktifnya diskusi terkait pembuatan kompos. Program ini melibatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Temuan baru dari program ini ialah adanya pemahaman baru tentang bagaimana cara mengolah sampah organik menjadi hal yang dapat memberikan penghasilan tambahan. Program ini sangat mungkin untuk dilanjutkan, dikarenakan umumnya bahan kompos dapat didapat sendiri oleh masyarakat, dan pengolahannya cukup mudah. Hikmah yang dapat diambil dari program ini ialah program ini membutuhkan keberanian diri dalam menghadapi masalah, karena diprogram ini, masyarakat dituntut untuk berani memegang dan mengolah sampah yang notabene dinilai jijik.