dominos coupon codes today

shopclues offers of the day

amazon coupons for mobiles

cleartrip coupon code

globalnin.com

Home / Program Medika

Program Medika

Pemeriksaan Kesehatan

Hasil kegiatan program berupa pemeriksaan kesehatan pada masyarakat Desa Ciwaru yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2018. Adapun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, kadar kolestrol, kadar gula darah dan kadar asam urat. Kegiatan ini bermanfaat sebagai salah satu bentuk deteksi dini terkait kondisi kesehatan masyarakat Desa Ciwaru, yang selanjutnya dapat menjadi evaluasi bagi masyarakat terkait bagaimana pola makan dan gaya hidup yang sesuai agar tubuh mencapai kondisi kesehatan yang optimal.

Hambatan dari program ini adalah kurangnya tenaga kesehatan yang terlibat sehingga jalannya pemeriksaan kesehatan kurang maksimal. Dari pihak panitia sudah mengundang tenaga kesehatan setempat (bidan) untuk ikut mendampingi acara akan tetapi pada pelaksanaannya belum bisa hadir. Publikasi yang kurang masif juga menjadi salah satu kendala. Jarak antara rumah dengan lokasi kegiatan yang cukup jauh juga menjadi hambatan khususnya pada masyarakat yang bertempat tinggal di Dusun Cikanteh, Nangkaleah dan Tegalcaringin.

Program ini mendapat respon yang baik dari berbagai pihak seperti dari Pemerintah Desa, Puskesmas Tamanjaya (Puskesmas Induk), Puskesmas Pembantu (Pustu), serta dari masyarakat sekitar. Perizinan terkait penggunaan fasilitas desa juga berjalan dengan lancar.

Keterlibatan masyarakat dalam program ini terlihat dari beberapa warga yang ikut dalam persiapan acara seperti pada saat bersih-bersih Puskesmas Pembantu (Pustu) dan pemasangan tenda. Temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah beberapa masyarakat menggunakan jenis-jenis tanaman tertentu untuk membantu memaksimalkan kesehatan mereka, dan hal ini telah ditemukan turun temurun. Misalnya konsumsi jenis daun lalapan tertentu yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah.

Hasil pemeriksaan kesehatan ini dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi masyarakat terkait kondisi kesehatannya apakah perlu pengobatan lebih lanjut atau hanya sekedar pengaturan pola makan dan gaya hidup. Selain itu, program kerja ini juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penjelasan pola makan dan gaya hidup yang baik serta pengenalan tentang obat-obat yang digunakan pada jenis penyakit tertentu.

Pelajaran yang diperoleh dari program ini adalah semenjak usia dini sebaiknya kita membiasakan diri untuk hidup sehat dengan memakan makanan yang sehat, melakukan aktivitas fisik yang cukup, berpikir positif dan senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha Esa.

 

Pengenalan Gizi Seimbang Melalui Lomba Memasak dengan Pemanfaatan Hasil Laut Ciwaru

Desa Ciwaru merupakan salah satu desa yang berlokasi di wilayah Geopark Ciletuh. Desa Ciwaru berbatasan dengan garis pantai yang membuat Desa Ciwaru memiliki hasil perikanan yang baik. Dengan banyaknya hasil perikanan yang dihasilkan, masyarakat cenderung lebih sering memakan hasil perikanan tersebut. Tetapi masyarakat kurang mengetahui mengenai kandungan gizi yang terdapat pada ikan dan hubungannya dengan perilaku gizi seimbang. Dengan adanya lomba memasak yang dibarengi oleh sosialisasi mengenai gizi seimbang, membuat masyarakat lebih memahami apa maksud dari gizi seimbang tersebut.

Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu PKK, dimana ibu-ibu PKK merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menjadi jembatan interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Ibu-ibu PKK lebih dipercayai warga sekitar dibandingkan mahasiswa. Diharapkan ibu-ibu PKK dapat memberikan ilmu yang telah didapat dari mahasiswa untuk disebarluaskan kepada masyarakat sekitar. Sedangkan peserta dari program ini adalah para kader posyandu yang ada di Desa Ciwaru yang telah terbagi menjadi 6 kedusunan.

Hambatan yang didapatkan ketika menjalankan program ini adalah kesulitan dalam mencari pinjaman alat memasak. Keterbatasan alat masak yang tersedia membuat waktu yang telah ditentukan untuk melaksanakan kegiatan ini menjadi terhambat. Selain itu kesulitan lain yang ditemui adalah calon peserta kurang setuju atas peraturan yang telah dibuat, sehingga seluruh rencana program yang telah disusun menjadi berubah.

Hasil kegiatan ini adalah perubahan rencana dari yang semula lomba masak menjadi lomba menyajikan makanan dan sosialisasi gizi seimbang. Para peserta menyajikan makanan yang telah dimasak terlebih dahulu dirumah. Masakan yang ditentukan adalah masakan yang sesuai dengan konsep gizi seimbang, yaitu terdiri dari sumber karbohidrat, lauk-pauk, sayuran, buah, dan minuman. Konsep lomba utama yang menyajikan makanan hasil laut Desa Ciwaru tidak jadi dipergunakan mengingat konsep awal yang berubah total, minimnya waktu pelaksanaan, dan kesulitan mengkoordinir peserta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2018. Perserta yang mengikuti lomba ini ada 5 kelompok peserta yang terdiri dari 5 posyandu di Desa Ciwaru, yaitu posyandu Dusun Cihuni, Dusun Cikanteh, Dusun Ciloa, Dusun Gunung Batu, dan Dusun Tegalcaringin. Kegiatan ini diadakan di Wisma Desa Ciwaru.

Setelah terlaksananya kegiatan ini, hal unik yang ditemukan adalah masyarakat belum memahami apa itu gizi seimbang, terutama pedoman terbaru dari gizi seimbang yang digambarkan dengan gambar piramida makanan. Selain itu, meskipun Desa Ciwaru berbatasan dengan garis pantai dengan hasil laut yang melimpah,  sayuran yang disajikan cukup beragam, dan ikan yang disajikan hanya sebagain kecil saja.

Program ini diharapkan dapat memberi pengetahuan langsung mengenai gizi seimbang dan masyarakat dapat mengembangkan hasil perikanan yang ada sebagai potensi wisata yang tetap berpegang pada konsep gizi seimbang.

 

Pengoptimalan Posyandu

Posyandu merupakan tempat pemeriksaan rutin pertumbuhan anak-anak balita Desa Ciwaru. Ibu-ibu yang mempunyai anak-anak balita disarankan tiap bulan untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak-anaknya di Posyandu agar dapat diobservasi pertumbuhan anak-anaknya sudah normal atau malah terbantut. Program pengoptimalan posyandu ini bertujuan untuk mengajak lagi ibu-ibu untuk menghantar anak-anak balitanya ke Posyandu agar diperiksa pertumbuhannya.

Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak-anak balita. Ibu-ibu mempunyai peran penting dalam mengontrol pertumbuhan anak-anaknya. Setiap ibu pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat. Dengan pemeriksaan rutin berat badan dan tinggi badan anak, seorang ibu dapat melakukan usaha perbaikan gizi anak sekiranya anaknya termasuk ke dalam golongan anak yang pertumbuhannya lambat.

Tantangan yang dihadapi ketika melaksanakan penyuluhan di Posyandu adalah tersebarnya ibu-ibu di halaman posyandu karena sibuk menimbang anak-anak balitanya sehingga ibu-ibu yang mendengarkan penyuluhan hanya sedikit.

Hambatan yang didapatkan ketika menjalankan program ini adalah kurangnya kesadaran ibu-ibu untuk memeriksakan anak-anak balitanya. Ibu-ibu kerap melewatkan jadwal pemeriksaan bulanan anak-anak balitanya di Posyandu dengan alasan sibuk mengurus homestay.

Ketika melaksanakan program ini, mahasiswa bekerja sama dengan bidan desa yaitu Bidan Yayang dan Bidan Sri, Ketua Puskesmas Pembantu (PUSTU)  yaitu Pak Hadi serta ibu-ibu kader posyandu di setiap kedusunan. Mahasiswa bertanya dengan Mamah Anung selaku ketua Posyandu terkait jadwal posyandu di setiap kedusunan. Selain itu, mahasiswa juga berkoordinasi dengan bidan-bidan terkait hal yang dapat dibantu oleh mahasiswa.

Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan para ibu tentang pentingnya pemeriksaan rutin anak balita di posyandu melalui penyuluhan yang disampaikan oleh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi, pengenalan gizi seimbang pada anak dan kesehatan gigi anak. Mahasiswa juga membantu bidan dan perawat mengkondisikan anak-anak balita ketika diimunisasi di posyandu. Kegiatan pengoptimalan posyandu dilaksanakan di setiap kedusunan di Desa Ciwaru. Adapun jadwal posyandu di setiap dusun adalah sebagai berikut: 5 Juli 2018 di Posyandu Cikanteh, 9 Juli 2018 di Posyandu Cihuni dan Sirnagalih, 10 Juli 2018 di Posyandu Pasir Haur dan Lio, 11 Juli 2018 di Posyandu Ciloa, 12 Juli 2018 di Posyandu Nangkaleah dan Jalan Cagak, 14 Juli 2018 di Posyandu Gunung Batu.

Setelah terlaksananya kegiatan ini, hal unik yang ditemukan adalah ibu-ibu yang masih belum teratur menghantar anaknya ke posyandu dan masih belum hafal jadwal imunisasi dasar pada bayi.

Program ini diharapkan dapat memberi pengetahuan langsung manfaat posyandu, manfaat imunisasi dan manfaat menjaga kesehatan anak balita. Diharapkan kesadaran ibu-ibu akan pemeriksaan rutin anak di posyandu juga meningkat.

 

Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara untuk menerapkan pola hidup yang sehat sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas secara normal.  Pengenalan PHBS pada anak sekolah dapat membentuk karakter anak untuk menerapkan PBHS dengan mudah. Sasaran dalam program ini adalah Sekolah Dasar dan PAUD yang ada di Desa Ciwaru. Diantaranya SD Ciloa, SD Nangkaleah, PAUD Putra Bangsa, dan MI Yatina.

Tantangan yang ditemui adalah keterbatasan kendaraan dalam mencapai tempat sosialisasi dan waktu sosialisasi yang bertabrakan dengan program lain. Selain itu semua sekolah belum memiliki kran khusus untuk cuci tangan sehingga mengharuskan mahasiswa untuk mengangkat air dari kamar mandi ke lapangan untuk praktek cuci tangan.

Kegiatan pengenalan PBHS dilakukan sebanyak 4 kali yaitu tanggal 21 Juli 2018 di SD Ciloa, 23 Juli di MI Yatina, 31 Juli 2018 di PAUD Putra Bangsa, dan 2 Agustus 2018 di SD Nangkaleah. Kegiatan dimulai dengan memberikan sosialisasi PHBS kemudian praktek cuci tangan 6 langkah yang benar. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengikuti kegiatan ini dengan baik.

Temuan baru yang diperoleh dari adanya kegiatan ini adalah pihak sekolah sangat terbuka dengan adanya program ini. Selain itu memberikan motivasi kepada sekolah dan siswa untuk menerapkan PHBS, mengingat belum adanya tempat cuci tangan khusus di sekolah dan banyak siswa yang belum mengetahui PHBS. Program ini diharapkan dapat membentuk perilaku anak untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat terutama disekolah. Selain itu diharapkan peserta mampu membiasakan cuci tangan yang baik dan benar.

 

Gerakan SIGIMAS (Sikat Gigi Masal)

Sikat gigi merupakan salah satu cara untuk merawat gigi agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut yang akan menghambat aktivitas sehari-hari. Cara menyikat gigi dengan baik dan benar penting disampaikan pada anak-anak sekolah dasar dan PAUD agar anak-anak dapat mandiri dalam merawat kesehatan gigi dan mulut mereka. Kegiatan SIGIMAS dilakukan di beberapa SD dan PAUD yang ada di desa Ciwaru antara lain, SDN Ciloa, SDN Nangkaleah, MI Yatina, dan PAUD Putra Bangsa. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah agar siswa SD memiliki pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta untuk mengajarkan bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar serta untuk memperbaiki kebiasaan merawat gigi yang belum benar.

Beberapa hambatan dan tantang yang dihadapi selama pelaksanaan SIGIMAS di SD dan PAUD antara lain keterbatasan kendaraan untuk menuju lokasi, keterbatasan alat peraga untuk mengajarkan siswa SD cara menyikat gigi dengan baik dan benar secara individu serta kesulitan mengkondisikan siswa-siswi pada saat penyampaian materi penyuluhan dan demonstrasi sikat gigi bersama.

Kegiatan SIGIMAS merupakan salah satu dari berbagai kegiatan yang akan dilaksankan telah mendapat izin  dari berbagai pihak yaitu dari pihak sekolah sendiri yang sangat mendukung adanya kegiatan ini dan juga dari pihak puskesmas Tamanjaya yang juga menyarankan untuk dilaksanakannya kegiatan SIGIMAS di sekolah dasar. Kegiatan SIGIMAS dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu pada tanggal 21 Juli di SDN Ciloa, 23 Juli di MI Yatina, 31 Juli di PAUD Putra Bangsa, dan tanggal 2 Agustus di SDN Nangkaleah. Kegiatan diawali dengan penyuluhan tentang sikat gigi di dalam kelas, bernyanyi berbagai lagu anak-anak kemudian dilanjutkan dengan sikat gigi bersama di lapangan. Peserta sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Program SIGIMAS ini diharapkan mampu membentuk perilaku sehat anak untuk dapat mandiri dalam merawat kesehatan gigi dan mulut mereka serta diharapkan anak-anak mampu membiasakan diri untuk sikat gigi dengan baik dan benar pada waktu yang tepat dikehidupan sehari-hari mereka.

 

Pengadaan P3K di Tempat Wisata

Kawasan wisata berpotensi tinggi terjadinya kecelakaan, kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja baik itu kecelakaan kecil maupun berat. Pengadaan P3K ini bertujuan untuk memberikan fasilitas pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan di tempat wisata. Sasaran dari program ini adalah pemandu wisata dan pengunjung.

Hambatan yang dialami adalah selama persiapa yaitu keterbatasan kotak P3K, untuk pembalian kotak P3K sendiri harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari lokasi KKN.

Program ini akan bekerjasama dengan klaster saintek yaitu dalam pembuatan geopark corner, dalam program ini kami dari kalster medika menyediakan kotak P3K yang akan ditempatkan di geopark corner di curug sodong dan curug cikanteh yang merupakan tempat wisata di desa Ciwaru.

Pengadaan P3K diharapkan dapat membantu menfasilitasi pelayanan tempat wisata untuk siaga dalam memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan.

 

Pelatihan P3K bagi Pengelola Wisata

Hasil kegiatan program berupa pelatihan P3K pada pemilik homestay Dusun Cimarinjung dan pada tour guide Curug Sodong yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2018. Program ini bertujuan untuk bisa memberikan keterampilan kepada para pemilik home stay dan tour guide ketika ada wisatawan yang mengalami cedera atau gangguan kesehatan yang harus segera mendapatkan penanganan.

Hambatan dari program ini adalah waktu pelaksanaan yang kurang tepat. Pada pelatihan P3K tour guide dilakukan malam hari dan hal itu berakibat pelatihan yang dilaksanakan kurang efektif. Program ini mendapat respon yang baik dari berbagai pihak seperti dari Pemerintah Desa, pemilik homestay, tour guide Curug Sodong serta dari masyarakat sekitar. Perizinan terkait penggunaan fasilitas desa juga berjalan dengan lancar.

Keterlibatan masyarakat dalam program ini terlihat dari beberapa warga yang ikut dalam menyebarkan informasi mengenai pengadaan pelatihan P3K. Adapun temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah beberapa masyarakat mulai mengenal cara-cara pertolongan pertama pada kasus cedera atau gangguan kesehatan.

Hasil pelatihan P3K ini dapat menjadi salah satu bahan edukasi bagi para pemilik homestay dan tour guide Curug Sodong ke depannya ketika nanti ada wisatawan yang mengalami cedera atau gangguan kesehatan. Sehingga nanti para pihak pengelola wisata ini tidak terlalu kesulitan jika ada kejadian yang tidak diharapkan yang mungkin terjadi pada wisatawan yang sedang berkunjung.

Pelajaran yang diperoleh dari program ini adalah sebaiknya kita harus berjaga-jaga terkait kejadian buruk yang mungkin terjadi di sekitar kita.

 

Sosialisai Bahaya NAPZA terhadap Kesehatan

Penyalahgunaan dan bahaya narkotika seringkali terjadi di kalangan muda dan remaja. Hal tersebut akan berdampak pada kesehatan dan masa depan remaja. Melihat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda semakin meningkat oleh sebab itu, para generasi muda perlu dibekali pengetahuan tentang bahaya dan dampak dari NAPZA. Sasaran kegiatan sosialisasi bahaya NAPZA ini adalah siswa-siswi kelas X SMAN 1 Ciemas yang merupakan generasi muda dimana masih aktif dengan pergaulan baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan luar sekolah.

Hambatan yang dialami dalam pelaksanaan program ini adalah perubahan jadwal pelaksanaan yang mendadak dari pembicara sehingga seluruh persiapan dilakukan secara terburu-buru dan mendadak selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan pada minggu pertama masuk sekolah sehingga kesulitan dalam menyiapkan tempat untuk sosialisasi sebab bertabrakan dengan kegiatan penerimaan siswa baru.

Program sosialisasi NAPZA merupakan salah satu program yang telah mendapat izin dari pihak sekolah untuk dilaksanakan, Program ini bekerjasama dengan klaster soshum dalam menyampaikan sosialisasi NAPZA dari segi hukum. Selain itu, kami mengundang pihak BNN sebagai pembicara. Program ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Juli mulai jam 08.00 sampai jam 11.00, walaupun ada beberapa hambatan selama persiapan namun Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar, peserta bersemangat dan antusias mendengarkan materi yang disampaikan serta aktif bertanya.

Program ini diharapkan mampu menyadarkan siswa-siswi SMA sebagai generasi muda penerus bangsa agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang serta diharapkan siswa-siswi mengetahui dampak dan bahaya NAPZA tidak hanya dari segi hukum tetapi juga dari segi kesehatan.

 

Sosialisasi DAGUSIBU

Hasil kegiatan program berupa penyuluhan tentang cara dapatkan, gunakan, simpan, dan buang (DAGUSIBU) obat yang benar. Program ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2018. Kegiatan ini bermanfaat sebagai salah satu bentuk edukasi terhadap masyarakat tentang bagaimana cara memakai obat dengan benar. Selain itu juga dijelaskan tentang jenis-jenis obat dan contohnya yang beredar di pasaran seperti obat bebas, obat bebas terbatas dan obat keras.

Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu pengajian, dimana ibu-ibu pengajian merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menjadi jembatan interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Selain itu ibu-ibu pengajian juga dirasa mempunyai peran penting dalam ranah keluarga, sehingga melalui merekalah edukasi mengenai pemakaian obat yang benar dapat mencapai sisi terkecil dari sebuah negara yaitu keluarga.

Program ini mendapat respon yang baik dari ibu-ibu pengajian. Mereka antusias untuk mendengarkan penjelasan mengenai cara dapatkan, gunakan, simpan, dan buang (DAGUSIBU) obat yang benar. Selain itu, program ini juga mendapat dukungan penuh dari tokoh agama dan perangkat dusun setempat.

Adapun kekurangan dari pelaksanaan program ini adalah tidak terlaksananya sosialisasi di setiap kedusunan di Desa Ciwaru. Karena keterbatasan waktu program ini hanya dilaksanakan di Dusun Cikanteh saja, padahal masih ada beberapa dusun lainnya di Desa Ciwaru.

Lebih lanjut keterlibatan masyarakat dalam program ini terlihat dari adanya salah seorang warga yang ikut membantu terkait penyebaran informasi akan adanya sosialisasi DAGUSIBU yang diadakan setelah pengajian.

Temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah terdapat beberapa warga yang menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan antibiotik dengan mudah dengan membelinya di warung-warung. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan pemakaian obat yang benar dan aman masih kurang. Oleh sebab itu Sosialisasi DAGUSIBU ini perlu diadakan dalam rangka memberi pemahaman yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang penggunaan obat yang tepat.

Lebih lanjut Sosialisasi DAGUSIBU diharapkan dapat menjadi salah satu pembuka jendela pengetahuan masyarakat akan penggunaan obat yang benar dan tepat. Sehingga ketika nanti ada informasi lagi mengenai DAGUSIBU, masyarakat lebih mudah dalam menerimanya.

Pelajaran yang diperoleh dari program ini adalah selain ilmu agama yang perlu dipelajari, ilmu pengetahuan umum salah satunya pengetahuan tentang obat juga perlu untuk diketahui. Mengingat dunia ini semakin berkembang begitu juga dengan ilmu pengetahuan sehingga perlu untuk mengikuti perkembangannya sesuai kebutuhan kita.

 

Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain. Sedangkan penyakit AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Tahap terakhir dari infeksi HIV adalah terkena penyakit AIDS yang mematikan.

Pada objek wisata bertaraf internasional seperti Geopark Ciletuh yang pengunjungnya berasal dari dalam maupun luar negeri, pengetahuan warga sekitar mengenai penyakit HIV/AIDS perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya penyakit HIV/AIDS. Upaya pencegahan HIV/AIDS harus dimulai dari kalangan  remaja karena mereka baru saja mengerti tentang hubungan seks yang beresiko dan rentan terjebak dalam kegiatan penggunaan narkoba.

Sasaran program ini adalah siswa-siswi MA Yatina. Kami mengadakan sosialisasi pada siswa-siswi kelas X dan XII.

Tantangan yang ditemui adalah ketidakpatuhan para siswa MA Yatina. Kami memulai sosialisasi jam 10.30 yaitu tepat setelah selesai waktu istirahat, namun para siswa tidak ada yang kembali ke kelas. Mereka memilih untuk tetap berada di warung dekat sekolah sehingga sosialisasi hanya dihadiri para siswi MA Yatina.

Kegiatan ini bermitra dengan MA Yatina yang ada di Desa Ciwaru. Sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini dan dengan senang hati memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan ini.

Kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dilakukan hanya satu kali yaitu pada tanggal 1 Agustus 2018 di MA Yatina. Sosialisasi dilakukan dengan menyampaikan materi menggunakan powerpoint di dalam kelas dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengikuti kegiatan ini dengan baik.

Temuan baru yang diperoleh dari adanya kegiatan ini adalah pihak sekolah sangat terbuka dengan adanya program ini. Selain itu, meningkatkan pengetahuan siswa-siswi MA Yatina tentang penyakit HIV/AIDS.

Program ini diharapkan dapat mencegah para remaja Desa Ciwaru dari terlibat dengan kegiatan seks bebas dan penggunaan narkoba suntuk yang beresiko menyebabkan penularan penyakit HIV/AIDS.

 

Apoteker Cilik

Profesi Apoteker kurang dikenali di kalangan siswa-siswi sekolah dasar (SD). Kebanyakan anak-anak ketika ditanya oleh guru akan cita-citanya, mereka menjawab dokter atau guru. Tidak pernah ada yang menjawab ingin menjadi apoteker. Selain itu, di Desa Ciwaru juga tidak terdapat apotek resmi yang menjual obat. Warga Ciwaru yang sakit cenderung membeli obat di warung atau bidan. Padahal jika membeli obat di warung, pasien tidak dapat memperoleh informasi penggunaan obat yang tepat sehingga bisa terjadi kesalahan penggunaan obat. Oleh karena dua sebab di atas, kami berinisiasi untuk memperkenalkan profesi apoteker sejak dini kepada siswa-siswi SD agar kelak di masa yang akan datang ada di antara siswa-siswi SD tersebut yang menjadi apoteker dan mengabdikan dirinya kepada masyarakat di Desa Ciwaru.

Sasaran program ini adalah siswa-siswi SD di Desa Ciwaru. Ketika pelaksanaannya, kami hanya sempat melaksanakan kegiatan ini di SD Negeri Nangkaleah.

Tantangan yang ditemui adalah keterbatasan waktu. Kami hanya menggunakan waktu yang tinggal sedikit di minggu keenam untuk mengonsep program ini. Selain itu, materi pendukung seperti boneka Apocil tidak sempat disiapkan oleh kami. Ketiadaan apotek juga menjadi suatu tantangan bagi kami untuk memberikan gambaran tentang profesi apoteker kepada siswa-siswi SD.

Kegiatan ini bermitra dengan SD yang ada di Desa Ciwaru. Sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini dan dengan senang hati memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan ini.

Kegiatan pengenalan Apoteker Cilik dilakukan hanya satu kali yaitu pada tanggal 2 Agustus 2018 di SD Negeri Nangkaleah. Kegiatan dimulai dengan memperkenalkan profesi apoteker, menjelaskan berbagai jenis bentuk sediaan obat, memperkenalkan tanaman obat dan mengajarkan cara mengukur tekanan darah kepada siswa-siswi kelas 5 dan 6.  Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengikuti kegiatan ini dengan baik.

Temuan baru yang diperoleh dari adanya kegiatan ini adalah pihak sekolah sangat terbuka dengan adanya program ini. Selain itu, membuka wawasan siswa-siswi SD tentang profesi apoteker.

Program ini diharapkan dapat menanamkan rasa keinginan di hati siswa-siswi SD untuk menjadi apoteker di waktu akan datang kelak. Semoga akan ada anak-anak Ciwaru yang bercita-cita menjadi apoteker dan memberikan pelayanan tentang obat di Desa Ciwaru.

 

Pembuatan Label Informasi Nilai Gizi pada Makanan Khas

Desa Ciwaru merupakan salah satu desa yang terletak di Geopark Ciletuh. Dengan status lokasi tersebut membuat Desa Ciiwaru memiliki banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan. Salah satunya melalui pengembangan makanan khas sebagai oleh-oleh wisata. Dalam mengambangkan makanan khas diperlukan konten pengemasan yang baik salah satunya dengan adanya label informasi nilai gizi.

Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu PKK, dimana ibu-ibu PKK merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menjadi jembatan interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Ibu-ibu PKK lebih dipercayai warga sekitar dibandingkan mahasiswa. Diharapkan ibu-ibu PKK dapat memberikan ilmu yang telah didapat dari mahasiswa untuk disebarluaskan kepada masyarakat sekitar.

Tantangan yang ditemui dalam pelaksanaan program ini adalah software yang diperlukan untuk membuat informasi nilai gizi mengalami kerusakan, sehingga harus dilakukan pembenahan dahulu. Selain itu ketika memberikan sosialisasi tentang kandungan nilai gizi kepada ibu-ibu, kurang  mendapat perhatian karena pemberian sosialisasi bersamaan dengan aktivitas pembuatan makanan khas tersebut. Dalam mengumpulkan peserta juga mengalami kesulitan, dimana banyak warga yang kurang berminat terhadap kegiatan ini.

Kegiatan ini bekerja sama dengan klaster Soshum dan Agro dalam membuat makanan khas. Pembuatan informasi nilai gizi ini guna mendukung program klaster Agro dalam mengembangkan makanan khas yang ada di Desa Ciwaru. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu di dusun Cikanteh dan ibu-ibu di Cimarinjung. Penentuan lokasi di Cikanteh dikarenakan Cikanteh terkenal akan produksi buah mangga yang melimpah dan cocok untuk dikembangkan sebagai produksi makanan khas Desa Ciwaru. Begitu juga dengan Cimarinjung yang merupakan desa nelayan sehingga memiliki produksi ikan yang melimpah dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai makanan khas.

Kegiatan ini dilaksanakan dua kali yaitu ketika pengolahan mangga menjadi manisan di Cikanteh dan pelatihan pembuatan kaki naga berbahan dasar ikan di Cimarinjung. Pembuatan informasi nilai gizi didasarkan pada bahan dasar yang digunakan untuk membuat olahan tersebut. Selain memberikan label informasi nilai gizi, mahasiswa juga melakukan penyuluhan terkait dengan kandungan makanan olahan yang dibuat. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 14 Juli 2018 di Dusun Cikanteh dan 19 Juli 2018 di Cimarinjung. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan KKN IPB di Desa Ciwaru.

Temuan baru yang ditemukan adalah bahwa banyak sekali kebun mangga di Desa Ciwaru namun belum adanya pengolahan yang maksimal terhadap buah mangga yang dihasilkan. Masyarakat beum mampu untuk mengolah mangga menjadi olahan khas. Begitu juga dengan hasil perikanan yang melimpah namun manyarakat belum mampu untuk mengolah ikan ini menjadi makanan khas. Diharapkan setelah adanya pelatihan pengolahan makanan khas, masyarakat dapat mengembangkannya dan membuat perekonomian warga menjadi meningkat. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Desa Ciwaru yang dapat digunakan sebagai ciri khas dan meningkatkan perekonomian warga. Selain itu diharapkan masyarakat sadar akan nilai gizi yang ada di makanan olahan khas tersebut.