dominos coupon codes today

shopclues offers of the day

amazon coupons for mobiles

cleartrip coupon code

globalnin.com

Home / Program Saintek

Program Saintek

Sosialisasi Kesadaran Wisata

Kondisi awal lokasi Desa Ciwaru mayoritas ditemui beberapa titik yang sangat banyak terdapat tumpukan sampah. Hal ini disebabkan oleh salah satunya sikap warga yang cenderung membakar atau membuang sampah tersebut ke sungai. Setelah dilakukan beberapa diskusi dan survei, dapat disimpukan masyarakat di beberapa dusun ada yang tertarik terhadap program pengolahan sampah ini, namun tidak sedikit juga yang menolak dan bersikap acuh terhadap sampah-sampah yang berserakan di sekitar lingkungan pemukiman mereka

Dari kegiatan sosisalisasi ini, masyarakat sebagian besar antusias dan ingin mnecoba membuat ecobrick. Kurangnya ketersediaan tempat pembuangan sampah juga masih menjadi pr untuk pemerintah. Dengan tersedianya tempat sampah yang cukup dan memadai dapat sedikit demi sedikit merubah pola pikir masyarakat desa untuk membuang sampah pada tempatnya.

Efek nyata yang dapat timbul bila hal ini dibiarkan yakni pencemaran lingkungan seperti pencemaran udara akibat asap pembakaran, pencemaran air sungai dan air tanah, serta mengurangi estetika tempat wisata yang tersedia. Dalam proses pembuatan prototype ecobrick, mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses perekatan antar ecobrick. Pemilihan jenis lem sangatlah penting serta bentuk geometri ecobrick itu sendiri juga perlu diperhatikan.

Proses yang dilakukan mahasiswa dalam pembuatan ecorick yakni mengumpulkan sampah terlebih dahulu. Mahasiswa mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar tempat wisata (Pantai Palangpang, dan Curug Sodong), setelah iu sampah dibersihkan dan dicuci. Psetelah pllastik bersih, pastik kemudiaan dapat dimasukkan kedaam botol hingga botol mampat dan kompak. Barulah ecobrick disusun sesuai kebutuhan.

Dalam pembuatan ecobrick ini mahasiswa secara mandiri membuatnya tanpa keterlibatan masyarakat. Melihat dari antusiasnya, masyarakat telah sadar akan tidak sehatnya lingkungan mereka dan tertarik untuk menerapkan pembuatan ecobrick. Cara pembuatannya yang sederhana dan dapat diilakukan oleh berbagai kalangan usia, maka tidak ada kesulitan pada penerapan program kerja ini.

Selain sosialisasi tentang sampah, sebagai tempat yang sangat tinggi berpotensi wisata, kami telah melakukan pelatihan kepada pemandu wisata setempat terkait proses geologi yang membentuk kawasan geopark tersebut. Melalui pengajaran singkat dengan penyampaian yang tepat diharapkan pemandu wisata (khususnya curug sodong) dapat lebih aktif dan dapat menyampaikan informasi geologi yang tepat kepada pengunjung tempat wisata sebagai daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Bertemu langsung dengan masyarakat dan menyuguhkan sesuatu yang baru, dapat menjadi salah satu momen dimana keberadaan mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan dirasa sangat penting untuk terjun langusung ke masyarakat. Tanpa adanya embel-embel pemerintah, membuat sebagian masyarakat tertarik dan memberi rasa hormat terhadap kaum mahasiswa yang notabenernya dikenal sebagai sosok yang berilmu tanpa perlu pamrih.

 

Geopark Corner 

Tujuan utama diselenggarakan pembangunan geopark corner yaitu untuk mendukung sisi edukasi dan konservasi dari geosite Curug Sodong. Dengan adanya fasilitas berupa geopark corner yang berisi berbagai jenis batuan berikut narasinya, pemaparan budaya yang ada di Curug Sodong, dan pembuatan pusat oleh-oleh khas Curug Sodong akan menimbulkan efek positif baik bagi wisatawan maupun pelaku wisata.

Dalam pelaksanaannya ditemukan berbagai kendala khususnya pada bagian perizinan pembangunan oleh stakeholder setempat. Hal ini dikarenakan lahan di sekitar Curug Sodong belum sepenuhnya milik Pemerintah Desa Ciwaru. Sebagian besar hak milik tanah masih milik perseorangan dan sedang dilakukan tahap pembebasan lahan sebesar 2 Ha. Oleh karena itu perizinan cukup berbelit dan apabila penentuan tempat yang asal-asalan maka Geopark Corner bisa dibongkar karena masalah perizinan lahan.

Dampak dari molornya perizinan ini adalah pembangunan geopark corner mundur dari jadwal sebelumnya dan baru dapat dimulai pada tanggal 23 Juli 2018. Mundurnya pembangunan ini menimbulkan dampak negatif dalam penggalangan dana oleh Tim KKN-PPM yang direncanakan akan meminta bantuan dana dari PAPSI dan pemerintah desa tidak dapat dilaksanakan.

Pengelola wisata Curug Sodong secara sadar memiliki keinginan untuk membangun sisi edukasi yang salah satunya akan ditonjolkan dalam pembangunan geopark corner ini. Pengelola wisata Curug Sodong secara aktif ikut mensukseskan proker ini ditunjukan dengan peminjaman alat pertukangan seperti linggis, tang, gergaji,dll. Selain itu pengelola wisata Curug Sodong ikut membantu dalam proses pembangunan geopark corner seperti dalam tahap pembukaan lahan dan pembangunan.

Dalam proses pencarian data geopark corner ditemukan bahwa Kompleks Curug Sodong memiliki potensi endapan emas epitermal yang apabila dieksploitasi secara berlebihan akan menimbulkan dampak negatif baik bagi bentang alam dan kesehatan manusia dan organisme lainnya.

Efek positif bagi wisatawan dengan adanya geopark corner adalah penambahan pengalaman dan kesadaran akan konservasi baik dari segi geologi, biologi, maupun kultural yang ada di Curug Sodong. Selain itu efek positif bagi pengelola wisata adalah menambah kompetensi dari geowisata serta pembentukan pasar dari berbagai olahan dari warga yang ditempatkan di geopark corner.

 

Pembuatan Peta Zonasi Dampak Tanah Longsor

Hasil kegiatan program berupa peta mengenai pembagian zonasi wilayah di Desa Ciwaru berdasarkan tingkat keterdampakannya terhadap kejadian tanah longsor disertai kesimpulan dan rekomendasinya. Peta tersebut dibuat melalui 2 tahap, tahap pengolahan data hasil pemetaan menggunakan aplikasi ArcGIS dengan penataan tata letak dan hasil akhir menggunakan aplikasi CorelDraw. Peta yang tercetak kemudian akan diletakan di Geopark Corner yang berlokasi di objek wisata Curug Sodong, sebagai media pembelajaran kepada warga sekitar dan pengunjung objek wisata agar senantiasa menjaga kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor.

Hambatan dari program ini adalah adanya keterbatasan sumber daya manusia dalam kegiatan mengumpulkan data primer (pemetaan lapangan), akses yang sulit saat menuju beberapa tempat yang berpotensi terjadi tanah longsor, serta dalam pengolahan data terdapat kesulitan dalam memperoleh data sekunder pendukung. Peran serta masyarakat dalam program ini terlihat dari dimudahkannya izin akses pada beberapa titik pemetaan yang terletak pada fasilitas komersial seperti misalnya lokasi wisata. Masyarakat sekitar juga sangat ramah dan mempersilahkan saat batuan disekitar wilayah tempat tinggalnya diambil untuk dijadikan

Sebagai sampel batuan. Pada saat kegiatan pemetaan lapangan dan pengolahan data keterlibatan masyarakat tidak terlalu signifikan, akan tetapi keterlibatan masyarakat terlihat setelah hasil peta telah jadi, dimana warga sekitar dan wisatawan antusias mencermati hasil jadi peta yang ada. Temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah meskipun pada saat survei warga mengatakan bahwa sangat jarang terjadi  bencana tanah longsor, akan tetapi setelah dilakukan penelitian ternyata ditemukan beberapa titik lokasi yang berpotensi mengalami gerakan massa, dimana apabila suatu saat terjadi longsoran yang besar pada  daerah tersebut, dampak kerugian yang alami akan sangat tinggi, baik kerugian jiwa maupun material.

Program kerja ini dapat digunakan sebagai peningkat kewaspadaan masyarakat terhadap potensi dampak kerugian yang bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga tindakan preventif dapat segera dilakukan untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul ke masyarakat maupun fasilitas umum yang sudah terlebih dahulu  ada, serta dapat dijadikan sebagai pertimbangan saat melakukan pembangunan yang semakin marak seiring ditetapkannya wilayah penelitian sebagai kawasan geopark berskala internasional. Pelajaran penting yang dapat diperoleh dari program ini adalah perlunya kesabaran dan rasa saling mengerti pada saat  memberikan wawasan baru terkait potensi bencana alam disertai dampak kerugian yang dapat terjadi, kepada masyarakat yang terlanjur merasa aman karena beranggapan bahwa selama belum pernah terjadi suatu bencana pada suatu wilayah maka potensi untuk terjadinya bencana pun pasti tidak ada, padahal bencana alam dapat terjadi tanpa mengenal waktu serta sering kali tidak menunjukan tanda-tanda gejala yang jelas.

 

Pemetaan Potensi Wisata

Pembuatan Peta Potensi Wisata dan Jalur Evakuasi bertujuan untuk menggambarkan objek-objek wisata yang ada di Desa Ciwaru dan sekitarnya yang dituangkan dalam bentuk Peta. Peta tersebut juga memuat lokasi fasilitas-fasilitas umum yang biasanya dibutuhkan oleh wisatawan, seperti pom mini, masjid, dan minimarket. Peta tersebut dicantumkan pada papan informasi geologi yang dipasang di Geopark Corner yang terletak di Curug Sodong. Hambatan dalam menjalankan program ini, yakni terdapat beberapa kendala seperti, sulitnya mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi untuk djiadikan sebagai objek wisata dan akses yang harus dilewati untuk menuju obyek wisata yang ada sehingga informasi tersebut tidak dapat ditampilkan secara lengkap. Dalam pemetaan potensi wisata ditemukan lokasi wisata baru yaitu Curug Cikawung yang keberadaannya belum diketahui oleh banyak wisatawan, karena medan yang lebih sulit dan jauh melewati hutan, sehingga dengan adanya peta tersebut beberapa obyek wisata lain dapat dikenal oleh wisatawan. Program ini juga dapat dilanjutkan untuk melengkapi informasi yang telah ada.

 

Pembuatan Peta Tata Guna Lahan

Pembuatan peta penggunaan lahan berfungsi untuk mengetahui daerah kawasan perumahan, pertanian, perkebunan, tubuh air. Hal ini berguna untuk memetakan pembangunan terhadap sarana prasarana dan pengolahan lahan. Data dasar peta diperoleh dari data citra satelit. Zona kawasan perumahan, pertanian, perkebunan dan tubuh air diperoleh dengan menggunakan interpretasi citra satelit dan menggunakan survei langsung di lapangan pada seluruh dusun untuk membentuk detail rumah-rumah. Kemudian dilakukan pembuatan peta dan dilakukan verifikasi peta pada setiap dusun. Setelah melakukan pembenaran dari data verifikasi peta yang telah dilakukan. Selanjutnya dilakukan pencetakan peta. Hambatan yang dialami pada pelaksanaan program ini adalah saat melakukan interpretasi terhadap citra untuk menentukan batas wilayah dan ketika checking di lapangan karena sulitnya mengidentifikasi lokasi dusun yang sedang disurvey, hal ini terjadi karena tidak adanya data batas dusun sebagai patokan survey. Diharapkan dengan adanya peta penggunaan lahan, dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dalam melakukan kebijakan mengenai aspek spasial, dan mempermudahkan pendatang untuk mengenal lokasi Desa Ciwaru beserta keadaannya.

 

Dongeng Geologi Project

Dongeng Geologi Project memiliki target pencapaian berupa terwujudnya pemahaman mengenai mitigasi bencana alam sebagai bentuk kesiapsiagaan masyarakat Ciwaru terhadap bencana alam. Kegiatan ini disajikan dalam dua bentuk yakni dongeng geologi berupa drama yang menjelaskan bencana alam dan mitigasinya melalui petualangan tokoh, dilanjutkan dengan simulasi bencana alam dengan sasaran kepada masyarakat Ciwaru yang berada di sekolah dasar, bentuk kedua adalah dengan melakukan survei “Tingkat Kesiapsiagaan Bencana Alam” dengan mengambil 125 sampel wawancara mengenai pengetahuan dasar bencana alam yang telah terjadi di Desa Ciwaru dan pemahaman warga mengenai mitigasi bencana, diperoleh 80,8% masyarakat paham mengenai mitigasi bencana alam gempa, 56% mengenai mitigasi bencana alam tsunami, 47,3% paham mengenai bencana alam tanah longsor, dan 66,4% paham mengenai mitigasi bencana alam banjir. Dalam Pelaksanaannya yang menjadi hambatan dalam program ini adalah tidak diselenggarakannya acara pada salah satu terdapat daerah (subunit), dimana di daerah tersebut tidak terdapat SD (Sekolah Dasar) sebagai sarana untuk penyelenggaraan acara sehingga tidak bisa benar-benar dipastikan terwujudnya pemahaman mitigasi bencana yang merata. Selain itu, ada asumsi pesimis mengenai drama tidak akan bisa dinikmati oleh murid SD di kelas 4 ke atas, sehingga pengajuan sasaran terbatas sampai murid kelas 1-3 SD, namun dalam pelaksanaan di lapangan, murid kelas 1-6 SD turut antusias dalam kegiatan ini. Dalam pelaksanaan survei penggalian informasi dilakukan dengan konsep human instrument dan dilakukan oleh pewawancara yang berbeda-beda, subjektifitas standard pemahaman bisa jadi berbeda.Peran serta masyarakat pada kegiatan ini tampak pada pihak sekolah yang kooperatif dan antusias dalam pelaksanaan acara dan masyarakat yang bersikap terbuka untuk dilakukan wawancara dalam survei kesiapsiagaan bencana. Program ini melibatkan masyarakat sebagai subjek/sasaran data primer dalam wawancara, dan pihak yang diberi pemahaman mengenai mitigasi bencana alam.Pada beberapa wawancara diperoleh data yang berdasarkan cerita leluhur dari masyarakat, mengenai bencana alam, dimana salah seorang narasumber menceritakan bahwa secara turun temurun diceritakan Desa Ciwaru akan “disapu” suatu saat nanti oleh badai yang besar sampai ke daerah Pantai Ujunggenteng. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat kepercayaan terhadap cerita turun-temurun mengenai fenomena alam yang (akan) terjadi.Kegiatan ini diharapkan secara berkelanjutan menjadi pengetahuan dan skill dasar bagi masyarakat dalam menghadapi bencana alam baik ketika bencana tersebut terjadi di Desa Ciwaru atau ketika mereka sedang berada di tempat lain. Dan hasil survei dan diperoleh dapat menjadi acuan mengenai langkah selanjutnya bagi perangkat desa untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana alam. Hal yang diperoleh dari kegiatan ini adalah dongeng sebagai salah satu sarana yang menyenangkan masih menjadi sarana klasik yang digemari oleh masyarakat dini setingkat SD kelas 1-6 sehingga penyampaian materi yang terkesan rumit menjadi menyenangkan dan mudah dipraktekkan.

 

Papan Informasi Geologi

Papan informasi geologi ini merupakan salah satu informasi yang penting, dimana informasi ini berisi karakteristik suatu batuan tertentu, sehingga melalui pemberian informasi tersebut pengunjung maupun mayarakat yang tertarik mempelajari maupun sekedar menambah pengetahuan dapat terfasilitasi dengan baik. Papan informasi geologi ini dibuat karena berdasarkan observasi di salah satu wisata geopark (di Curug Sodong) masih kurang informasi-informasi penunjang geopark. Papan informasi geologi ini dibuat dengan melibatkan mahasiswa dalam melakukan survey, pembuatan deskripsi, pembuatan informasi pendukung tentang terbentuknya suatu batuan, pembuatan poster hingga pemasangan papan informasi. Selain itu dukungan dari pemerintah desa juga berperan dalam melancarkan program ini. Kendala yang ditemui dalam program papan informasi geologi yaitu sulitnya mencari batuan-batuan untuk dibuat deskripsi yang akan dicantumkan dalam papan informasi dan pencetakan layar atau poster informasi geologi yang jauh dari desa. Harapan kedepannya yaitu pemerintah desa dapat memelihara informasi yang telah dibuat dan dapat bermanfaat untuk masyarakat setempat sehingga masyarakat dapat menjelaskan unsur geologi yang ada di geopark khususnya di Curug Sodong.

 

Sosialisasi PTSL

Sosialisasi Pendaftaran tanah Sistematis Llengkap atau disebut PTSL merupakan sosialisasi mengenai pembuatan sertifikat gratis untuk seluru masyarakat. Sosialisasi ini perlu dilakukan karena di Desa Ciwaru belum mengetahi proyek PTSLyang sebenarnya sudah  dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga sosialisasi PTSL ini sangat perlu dilakukan mengingat permasalahan pertanahan di DesaCiwaru juga tinggi. Selaksanaan sosialisasi PTSL ini dilakukan berdasarkan BAB III tentang Pendaftaran Tanah Sistemtis Lengkap Bagian ke Empat pada Pasal 10 tentang Penyuluhan, dimana penyuluhan dilakukan oleh Kantor Pertanahan beserta Panitia Ajudikasi PTSL, Satgas Fisik dan Satgas Yuridis. Penyampaian materi sosialisasi ini dilakukan oleh Kepala Bidang atau Kepala Sie Teknis (TIM) PTSL Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sukabumi yaitu Bapak Budi. Sosialisasi ini dihadiri oleh 18 warga Desa Ciwaru. Dalam sosialisasi,menjelaskan antara lain manfaat bagi masyarakat, pemerintah dan negara atas hasil pelaksanaan program PTSL, tahapan dan mekanisme kegiatan PTSL, penetapan dan pemasangan tanda batas masing-masing bidang tanah, dokumen yuridis yang perlu disiapkan, jadwal pengukuran bidang tanah dan pengumpulan data yuridis oleh Satgas Fisik dan Satgas Yuridis, hasil akhir kegiatan program PTSL, pembiayaan  yang  disediakan  oleh  Pemerintah  dan sumber lain yang sah melalui kegiatan PTSL, dan kemungkinan biaya dan pajak yang akan ditanggung oleh peserta kegiatan PTSL. Kendala yang ditemui dalam program ini adalah sulitnya melakukan koordinasi dengan kepala desa dan perangkat desa sehingga untuk mengurus perihal administrasi menjadi lebih sulit. Kendala lain yaitu mendadaknya konfirmasi yang diberikan pihak Badan pertanahan Nasional kepada penanggung jawab pengadaan program sehingga menjadi kurang persiapan yang dilakukan. Harapan untuk kedepannya yaitu masyarakat Desa Ciwaru lebih memahami pentingnya sertifikat tanah, tidak terjadi sengketa tanah, lebih memahami prosedur pendaftaran tanah terutama untuk proyek sertifikat PTSL ini, dan untuk pemerintah desa dapat lebih mendukung dan membersamai masyarakat Desa Ciwaru untuk dapat memperoleh sertifikat melalui program PTSL ini.

 

Sosialisasi Hemat Energi

Hasil kegiatan berupa rangkuman tindakan yang ingin dilakukan untuk menghemat energi listrik di rumah masing-masing siswa. Agar siswa menjadi pelopor dalam mempertahankan keutuhan energy listrik yang ada di desa Ciwaru dengan menghindari perilaku boros. Dan juga dapat menghemat pemakaian uang yang dikeluarkan untuk biaya pemakaian listrik. Melalui sosialisasi ini, harapannya siswa dapat melakukan tindakan untuk menghemat energi listrik yang digunakan dalam sehari-hari.

Hambatan yang dihadapi program ini adalah susahnya mengatur jadwal pelaksanaan dengan pengurus sekolah SMA N 1 Ciemas. Karena memang pada minggu pertama masuk sekolah digunakan untuk masa orientasi siswa. Dan pada minggu kedua dan selanjutnya sudah dimulai kegiatan belajar mengajar. Sehingga kami melaksanakannya di sela-sela jam mata pelajaran yang kosong. Tantangannya adalah semoga ilmu yang didapat dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Program ini mendapat dukungan yang baik oleh pihak sekolah. Dan dari hasil wawancara dengan kepala dusun Cihuni,  di desa Ciwaru penggunaan energy listrik mengalami peningkatan pemakaian. Program ini melibatkan siswa SMA N 1 Ciemas kelas XII IPA 2. Dalam penyampaian materi, mereka sangat antusias karena materi yang disampaikan merupakan sesuatu yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah.

Temuan baru dari program ini ialah siswa dapat belajar merangkum materi yang disampaikan dengan baik dengan disajikan menggunakan Ms Powerpoint. Program ini sangat mungkin untuk dilanjutkan, terutama untuk diadakannya sosialisasi di masyarakat desa Ciwaru langsung secara serentak. Agar sasarannya lebih tepat dan masyarakat benar-benar langsung tahu akan pentingnya menghemat energy listrik.

Hikmah yang dapat diambil dari program ini ialah pentingnya peduli terhadap lingkungan terutama sumber daya alam yang ada di desa Ciwaru agar supaya dapat menggunakannya dengan bijak dengan tidak menghambur-hamburkan dan melakukan pemborosan.

 

Pembuatan Website Desa dan Pariwisata Ciwaru

Hasil kegiatan berupa sebuah website desa ciwaru yang berisi konten wisata geopark Ciletuh dan beberapa kegiatan mahasiswa KKN-PPM UGM serta beberapa potensi wisata. Berfungsi sebagai rujukan serta sumber informasi bagi wisatawan yang akan berkunjung ke tempat-tempat wisata di desa Ciwaru. Selain itu, website ini juga akan diisi dengan publikasi artikel kegiatan masyarakat desa Ciwaru.

Hambatan yang dihadapi program ini adalah pihak perangkat desa lupa dengan akun akses ke admin website juga perangkat desa sulit ditemui sehingga perbaikan website mengalami kemunduran. Program ini mendapat dukungan dari masyarakat dengan terbukanya saat wawancara dalam proses pengambilan data.  Terlihat dari beberapa anggota masyarakat dan perangkat desa senantiasa membantu serta sangat terbuka ketika dilakukan wawancara dan pengambilan data yang ada di masyarakat.

Masyarakat senantiasa terlibat dalam proses wawancara untuk pengambilan data.Temuan baru dari program ini yaitu dari hasil wawancara dengan pihak aparat desa, masih banyak inventaris desa yang belum terdata baik ditiap dusun maupun desa.

Program ini memiliki dampak yang sangat baik bagi keberlanjutan wisata di Ciwaru. Adanya website ini membuat pariwisata Ciwaru dan kearifan lokal lebih mudah dikenal sekaligus sebagai ajang promosi wisata.Pelajaran penting yang dapat diperoleh dari program ini adalah kerja keras akan membuahkan hasil yang maksimal.

 

Pembuatan Sistem Informasi Desa Ciwaru

Hasil kegiatan berupa sistem informasi berbasis web yang memudahkan perangkat desa melakukan kegiatan administrasi desa secara digital. Kegiatan administrasi tersebut berua input data desa ke dalam sistem informasi yang sudah dibuat databasenya. Data yang dimasukkan adalah data kependudukan dan data desa lainnya yang berkaitan dengan administrasi desa.

Hambatan yang dihadapi program ini adalah komunikasi dengan perangkat desa terkait kegiatan administrasi apa saja dan data apa saja yang perlu dimasukkan ke sistem informasi dikarenakan perangkat desa yang bertanggung jawab atas program ini disibukkan dengan kepentingan desa lainnya.

Peran serta masyarakat dapat terlihat dari perangkat desa yang mampu memberikan pendapat ketika sesi wawancara dan presentasi terkait pembuatan program. Karena memang perangkat desa yang bertanggung jawab mempunyai ilmu dasar teknologi informasi.

Program ini melibatkan perangkat desa sebagai sumber infromasi yang dibutuhkan untuk pembuatan program yang menunjukan adanya keterlibatan masyarakat yang intensif.

Temuan baru dari program ini ialah pembuatan modul yang berisikan langkah – langkah pengoperasian sistem infrmasi untuk perangkat desa. Program ini sangat mungkin untuk dilanjutkan, karena sistem informasi ini akan dipergunakan terus oleh perangkat desa untuk memudahkan kegiatan administrasi desa.

Hikmah yang dapat diambil dari program ini ialah dengan membuat sistem administrasi pemerintahan desa menjadi lebih mudah karena adanya sistem informasi maka keperluan masyarakat desa pun terlayani dengan lancar.

 

Sosialisasi E-Learning

Hasil kegiatan berupa sosialisasi mengenai model pembelajaran secara elektronis, utamanya menggunakan piranti lunak di komputer seperti Microsoft Office dan Google Classroom. Dengan adanya program ini, diharapkan wawasan siswa-siswi SMAN 1 Ciemas mengenai seluk beluk dunia komputer menjadi lebih luas dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kegiatan sehari-hari.

Hambatan dan Tantangan yang dihadapi program ini ialah sulitnya mengatur waktu yang tepat dengan pihak SMAN 1 Ciemas. Kesulitan ini menyebabkan rencana pertemuan yang telah disusun sebelumnya perlu dirombak dan beberapa pertemuan dibatalkan.

Jejaring kemitraan dan peran serta Masyarakat yaitu pihak SMAN 1 Ciemas pada program ini. Dimana peran pihak SMAN 1 Ciemas terletak pada penyediaan komputer untuk digunakan selama acara berlangsung. Selain itu, pihak sekolah juga membantu mengarahkan siswa dan siswi untuk mengikuti program ini.

Keterlibatan pihak SMAN 1 Ciemas, terutama guru-gurunya, mendukung program ini karena SMAN 1 Ciemas memiliki kekurangan di sisi pemberdayaan komputer, sehingga program ini mampu melengkapi pihak SMA di bagian tersebut.

Temuan baru selama program berlangsung ialah bagaimana siswa dan siswi SMAN 1 Ciemas tidak terlalu akrab dengan komputer dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat dimaklumi mengingat lingkungan masyarakat mereka tidak bisa dikatakan maju. Sehingga, ini menjadi tantangan bagi pihak pengurus desa dan pihak sekolah untuk mengembangkan desa dari sisi teknologi bagi pemudanya.

Program ini perlu dilanjutkan kembali mengingat tidak semua siswa mendapatkan program ini. Program ini juga perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan komputer, khususnya di masalah e-learning, dari pihak guru dan pengajar.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan berupa hikmah yang dapat diambil dari program ini ialah bagaimana kita mesti selalu bersyukur atas segala akses dan fasilitas yang telah kita dapatkan selama ini, sehingga kita perlu mengantarkannya kepada teman-teman di sekitar kita.

 

Sosialisasi Melek Teknologi Informasi

 

Hasil sosialisasi ini berupa pelatihan dasar komputer dan cara menggunakan aplikasi perkantoran yaitu Microsoft Word dan Microsoft Excel. Melalui program ini diharapkan para siswa tingkat SMA memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi perkantoran sehingga tidak gagap teknologi ketika mengoperasikan komputer saat UNBK maupun di dunia kerja nantinya. Sedangkan bagi masyarakat utamanya pengelola wisata dapat membantu mereka dalam adminstrasi dan laporan keuangan.

Hambatan dan tantangan yang dihadapi yaitu ada sekolah yang tidak memiliki laboratorium komputer sehingga dari pihak mahasiswa menyediakan laptop sendiri untuk digunakan oleh para siswa. Program ini dilaksanaka baik di sekolah maupun ke masyarakat utamanya ke pihak pengelola wisata. Mereka sangat mendukung dan antusias dengan diadakannya kegiatan ini. Dari sekolah, mereka menyediakan tempat dan laboratorium untuk digunakan(bagi yang ada laboratorium). Selain itu, program ini sangat melibatkan masyarakat sebagai peserta. Peserta pelatihan dan sosialisasi berasal dari siswa dan warga.

Adapun hal yang ditemukan selama program ini berjalan yaitu ternyata sebagian besar siswa SMA ternyata belum pernah mengoperasikan komputer. Hal ini bisa dimaklumi karena meskipun ada sekolah yang memiliki laboratorium komputer namun pada kurikulum pendidikan yang baru tidak terdapat mata pelajaran Teknologi Informasi sehingga siswa jarang masuk ke dalam lab.

Program ini perlu dilanjutkan mengingat saat ini pengetahuan mengenai teknologi informasi sangat dibutuhkan dan menjadi dasar yang wajib dimiliki baik siswa maupun masyarakat. Kita patut bersyukur karena masih diberi kemudahan untuk menggunakan teknologi terkini dan akses informasi yang luas. Dari hal ini kita dapat menyalurkan ilmu yang kita miliki kepada masyarakat di desa Ciwaru.

 

Plangisasi

Hasil kegiatan program berupa plang-plang papan nama untuk beberapa penunjuk arah, melingkupi plang objek wisata, plang penunjuk fasilitas umum dan juga plang peringatan. Adanya plang papan nama dibutuhkan keberadaannya untuk memudahkan dan memperjelas lokasi dari suatu tempat. Peletakkan plang kemudian akan disesuaikan dengan jarak dan lokasi yang sesuai. Selain itu, demi menunjang keberadaan Desa Ciwaru sebagai kawasan Geopark, dilengkapi dengan plang utama yang digunakan sebagai penanda kawasan wisata.

Tidak ada hambatan dan tantangan yang mendominasi dalam pengerjaan program ini. hanya saja dibutuhkan usaha yang besar untuk dapat membuat lubang tiang penyangga agar plang dapat berdiri dengan kuat dan kokoh. Adanya kondisi cuaca yang buruk, seperti angin dan hujan mungkin yang akan menjadi tantangan bagi plang untuk dapat bertahan lama. Masyarakat sekitar tidak mempermasalahkan adanya plang papan nama, baik plang yang baru maupun plang lama. Bagi masyarakat, adanya plang akan mempermudah arah bagi para pendatang.

Jejaring kemitraan dan Peran serta masyarakat program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari petinggi desa, masyarakat awam, hingga bagi pengunjung dan wisatawan. Perizinan berjalan dengan lancar, walaupun sebagian besar pengerjaan program berjalan tanpa adanya pengawasan dari perangkat masyarakat desa.

Keterlibatan dalam masyarakat terlihat di beberapa tempat, masyarakat turut membantu terpasangnya plang papan nama, dengan memberikan bantuan tenaga, maupun bantuan alat. Mahasiswa secara berkala dapat memenuhi terpasangnya semua plang di titik-titik yang telah ditentukan.

Temuan baru ditemukan melalui pengukuran rute dan pengumpulan data informasi, diketahui bahwa plang yang terpasang sebelumnya memiliki jarak tempuh yang berbeda dengan pengukuran yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Beberapa plang lama perlu diperbaharui agar sesuai dengan jarak nyata dan kondisi sesungguhnya pada medan.

Potensi keberlanjutan program ini dapat dilihat dari keberadaan desa Ciwaru sebagai Kawasan Geopark, maka pengadaan fasilitas-fasilitas umum perlu diperhatikan. Plangisasi adalah salah satu usaha perwujudan untuk menunjang lokasi wisata tersebut. Pembaharuan perlu dilakukan apabila terdapat kerusakan pada plang-plang yang ada.

 

Instalasi Listrik Geopark Corner

Hasil dari kegiatan kali ini berupa adanya penerangan di geopark corner yang terletak di Curug Sodong, mengingat bahwa di geopark corner tersebut belum terdapat instalasi penerangan, Curug Sodong sudah menjadi tempat wisata yang cukup terkenal setelah diakui oleh UNESCO sebagai Geopark, oleh karena itu pengunjung terus berdatangan bahkan hingga malam hari, sehingga diperlukan adanya initalasi penerangan di Geopark Corner tersebut

Program kali ini tidak terlalu menemukan hambatan yang berarti, namun dikarenakan beberapa warung di curug sodong baru mengalami pemuadaman listrik oleh PLN menyebabkan sumber listrik menuju geopark corner kami juga ikut mati.

Program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari petinggi desa, masyarakat awam, hingga bagi pengunjung dan wisatawan. Perizinan berjalan dengan lancar, walaupun sebagian besar pengerjaan program berjalan tanpa adanya pengawasan dari perangkat masyarakat desa.

Warga bersedia menyediakan sumber listrik untuk penerangan Geopark Corner yang menunjukan keterlibatan masyarakat pada instalasi listrik di Geopark Corner Curug Sodong. Program ini perlu untuk dilanjutkan apabila dalam kelanjutannya ingin dibuat geopark corner di tempat tempat lainnya seperti di curug cimarinjung ataupun di Pantai Palangpang.

 

Pemakmuran Perpustakaan

Hasil kegiatan berupa ruangan perpustakaan yang telah berfungsi dengan sistem kepengurusan yang memadai. Sistem kepengurusan melingkupi sistem peminjaman buku dan sistem keanggotaan perpustakaan. Selain itu, perpustakaan ini juga telah dipromosikan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah di Desa Ciwaru beserta kepada ibu-ibu anggota PKK.

Hambatan dan tantangan yang dihadapi program ini adalah belum siapnya sistem kepengurusan perpustakaan yang awalnya direncanakan akan diambil oleh pihak pengurus Desa Ciwaru. Sehingga sistem kepengurusan pun diambil alih oleh PKK dengan persiapan yang kurang memadai. Selain itu, rendahnya minat baca masyakarat desa dapat mengancam keberlanjutan perpustakaan desa. Maka, tantangan yang muncul ialah bagaimana minat baca masyakarat dapat ditingkatkan dengan kehadiran perpustakaan.

Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat dapat terlihat dari kesediaan pihak sekolah dan PKK untuk mendapatkan promosi perpustakaan dan mendapatkan sambutan yang cukup baik.

Keterlibatan dalam masyarakat pada program dengan melibatkan masyarakat desa, khususnya pengurus PKK, dalam kepengurusan perpustakaan desa.

Temuan baru dari program ini ialah aktifnya perpustakaan di Desa Ciwaru.

Program ini mempunyai potensi untuk dilanjutkan, terutama untuk menyempurnakan sistem sirkulasi buku dan menambahkan acara-acara yang dapat meramaikanperpustakaan.

Pengayaan batin dan petualangan Kemanusiaan berupa hikmah yang dapat diambil dari program ini ialah pembuatan perpustakaan tidak semudah membalik telapak tangan.

 

Pengadaan Buku Perpustakaan

Hasil kegiatan dari program ini berupa buku-buku yang kami beli di Jogja dan kami berikan di perpustakaan TPA sebagai tambahan koleksi buku-buku ataupun kitab-kitab yang sudah ada. Juga ada beberapa buku yang kami beli di toko buku di Sukabumi. Hambatan dari program ini adalah sulitnya mendapat dana dari luar dana KKN untuk mengadakan koleksi buku. Walaupun demikian tidak mengurungkan niat untuk tetap mengadakan koleksi buku lagi. Akses untuk pembelian ke Sukabumi terlalu jauh dan susah sehingga hanya sekali ke Sukabumi untuk membeli buku di toko buku yang komplit.

Peran serta masyarakat dalam program ini terlihat dari adanya daftar buku yang diberikan kepada tim untuk diadakan di perpustakaan desa. Masyarakat terlibat dalam perawatan dan pengajuan buku-buku di perpustakaan. Temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah penemuan toko-toko buku di kota Sukabumi, dan juga penambahan koleksi buku di perpustakaan yang sebelumnya tidak ada.

Program ini memiliki potensi keberlanjutan terutama dalam pelengkapan koleksi buku di perpustakaan. Hikmah yang dapat diambil adalah pengadaan buku perpustakaan tidak semudah membalikkan telapak tangan perlu adanya kerja keras dan semangat untuk mengabdi.