dominos coupon codes today

shopclues offers of the day

amazon coupons for mobiles

cleartrip coupon code

globalnin.com

Home / Program Soshum

Program Soshum

Festival Anak Ciwaru

Hasil kegiatan berupa pelaksanaan Festival Anak Ciwaru sebagai sarana penunjang semangat berprestasi dan belajar seluruh anak – anak Ciwaru. Momen kegiatan juga menjadi sarana campaign mengenai hak – hak anak yakni belajar dan bermain.

Hambatan dari kegiatan ini adalah ada sekolah yang memiliki kegiatan bertepatan dengan Festival Anak Ciwaru. Hal ini membuat partisipasi anak – anak dalam menjalani program ini menjadi berkurang. Selain itu, informasi yang terputus dari stakeholder membuat publikasi kegiatan ini menjadi terhambat.

Program ini dapat berjalan lancar berkat dukungan dari berbagai pihak. Terutama kepala sekolah dan guru – guru di Ciwaru. Kepala sekolah dan guru – guru telah membantu dalam menyediakan fasilitas dan memobilisasi anak – anak guna mengikuti kegiatan ini.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini tergolong cukup tinggi. Beberapa berperan menjadi juri perlombaan saat Festival Anak Ciwaru. Sedangkan banyak juga yang mendorong dan melatih anak – anak didiknya dalam menghadapi perlombaan saat Festival Anak Ciwaru.

Aktivitas anak – anak di Desa Ciwaru sangatlah unik. Berlatar belakang agama dan olahraga yang sangat kental membuat anak – anak Ciwaru menjadi pribadi yang tetap memegang agama dan aktif dalam sosial. Disini, anak – anak menghabiskan hari – harinya dalam kegiatan belajar tiga kali sehari dengan setting yang berbeda, yakni sekolah, diniyah dan pengaosan. Diharapkan dengan adanya festival ini membuat anak – anak lebih semangat dalam belajar.

Hasil program ini berupa pelaksanaan Festival Anak Ciwaru. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, membuat setiap sekolah semakin terpacu untuk meningkatkan prestasi anak – anaknya. Pelajaran penting dari program ini adalah setiap anak memiliki potensinya masing – masing. Perlombaan bukan untuk mencari pemenang. Namun untuk mencari pembelajaran pada setiap prosesnya.

 

Malam Menyenangkan

Hasil kegiatan program berupa pelaksanaan guna menyiapkan adik – adik peserta menjadi pribadi yang paham akan ajaran agama, berorientasi prestasi, berwawasan global dan ke-geopark-an. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa modul pelaksanaan kegiatan anak – anak berdasarkan nilai yang dikedepankan.

Hambatan dan tantangan dari program ini adalah waktu pelaksanaan yang terbatas. Setiap pelaksanaan program dilakukan setelah shalat maghrib hingga shalat isya. Karena setelah waktu tersebut, adik – adik sudah diharuskan pulang ke rumah masing – masing. Selain itu, atensi peserta yang sangat mudah terdistraksi dan keaktifan peserta yang sangat tinggi membuat tantangan tersendiri dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerjasama dengan stakeholder. Beliau adalah Ustadz Subar. Beliau berperan dalam mengumpulkan dan mengkondisikan anak – anak peserta dalam mengikuti kegiatan. Selain itu, masyarakat turut berperan dalam mendorong anak – anak untuk tetap datang setiap sore dalam kegiatan ini. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan masyarakat sebagai subjek dan objek kegiatan. Sebagai subjek artinya, masyarakat berkontribusi aktif dalam pelaksanaan program ini dengan mengumpulkan dan mengkondisikan anak – anak. Sedangkan sebagai objek artinya masyarakat merupakan sasaran dari kegiatan ini.

Pada kegiatan ini ditemukan bahwa anak – anak Desa Ciwaru memiliki semangat belajar yang tinggi dalam mempelajari berbagai hal yang baru. Selain itu, ditemukan bahwa program ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif karena dirasa sangat bermanfaat oleh masyarakat. Oleh karenanya, diperlukan program serupa untuk mendorong mindset dan memperkaya wawasan agar anak – anak  siap menghadapi masa depan yang berubah dari masyarakat agraris menjadi masyarakat geopark dan dari masyarakat terisolasi dari berbagai kebudayaan luar menjadi masayarakat yang siap menghadapi berbagai kebudayaan baru. Program ini juga memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi. Hal ini dikarenakan terdapat banyak stakeholder penting yang dapat menjalankan kegiatan setelah tim KKN tidak lagi bertugas. Hal yang didapat pelaksana dari kegiatan ini adalah bahwa setiap individu itu unik dan berhak mendapatkan kesempatan serta fasilitas untuk berkembang. Sehingga, kita sebagai orang yang memiliki sumberdaya wajib membaginya kepada individu lainnya. Harapannya dari kegiatan ini, anak – anak mampu untuk mengingat dan menginternalisasikan hal – hal yang sudah dipelajari. Yang mana hal tersebut dapat membuat mereka menjadi individu yang lebih siap dalam menghadapi masa depan.

 

Penyegaran Masjid

Hasil Kegiatan program berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan masjid serta peningkatan kualitas masjid sehingga layak menjadi sarana ibadah dan penunjang wisata. Pada beberapa masjid, berhasil dibentuk jadwal piket kebersihan masjid serta peningkatan fasilitas masjid seperti al-quran.

Hambatan dan Tantangan dari program ini adalah kurangnya awareness dan partisipasi aktif masyarakat pada beberapa masjid. Sebagian masyarakat di suatu masjid sangat kooperatif sedangkan sebagian lainnya tidak terlalu kooperatif. Selain itu, jam kosong masyarakat yang terkadang sulit cocok dengan tim KKN membuat partisipasi masyarakat pada pelaksanaan program ini menjadi kurang maksimal.

Jejaring Kemitraan dan Peran Serta Masyarakat adalah peran masyarakat dalam pelaksanaan program ini adalah ada beberapa masyarakat yang menawarkan diri dengan sukarela untuk menggerakkan masyarakat lainnya dan berperan aktif saat penyegaran masjid dilakukan.

Keterlibatan dalam Masyarakat Saat dalam program penyegaran dan pembersihan masjid berjalan, sebagaian kebutuhan program disediakan oleh masyarakat sehingga sangat membantu berjalannya program.

Temuan Baru dari program ini adalah terdapat beberapa masyarakat daerah tertentu sudah memiliki pengelolaan masjid yang cukup baik dan sudah paham peran masjid sebagai fasilitas penunjang pariwisata.

Potensi Keberlanjutan hasil program ini yang berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan masjid dan peningkatan fasilitas masjid memiliki potensi yang besar untuk berkelanjutan. Hal ini dikarenakan dukungan dari budaya masyarakat yang masih kental dalam menjalankan ajaran agama, sehingga hal yang bersangkutan dengan masjid mudah mendapatkan perhatian yang lebih.

Pengayaan Batin dan Petualangan Kemanusiaan. Pelajaran penting yang diperoleh dari kegiatan ini adalah setiap permasalahan yang terdapat pada masyarakat sebenarnya memiliki solusi pada masyarakat itu sendiri. Tinggal masyarakat tergerak untuk menyelesaikan masalah tersebut atau tidak. Oleh karenanya, mendekati dan memahamkan stakeholder sebagai aktor penggerak masyarakat menjadi hal yang mutlak adanya.

 

Kuliah, Kerja, Nyata (KKN)

Hasil kegiatan program ini membantu para siswa SMA dalam meningkatkan motivasi belajar, baik saat masih duduk di bangku SMA maupun menyusun cita-cita dan harapan untuk masa depan. KKN memberikan gambaran terkait risiko yang akan dihadapi ketika para siswa memilih untuk melanjutkan kuliah, bekerja, atau menikah. Dalam program ini, mahasiswa juga menyelenggarakan talk show yang diisi oleh narasumber mahasiswa dari keluarga prasejahtera, kondisi orang tua yang sudah tidak lengkap, dan mendapatkan beasiswa, baik dari pemerintah maupun swasta. Kami menekankan pada perjuangan dan kegigihannya dalam menjalani kahidupan, utamanya kehidupan kampus. Harapannya, para siswa SMA dapat termotivasi untuk melanjutkan kuliah tanpa merasa terbatasi oleh kondisi ekonomi.

Hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam program ini adalah terjadinya kesalahan komunikasi dengan pihak sekolah pada salah satu hari pelaksanaan sehingga waktu mulai pun terundur dan beberapa materi tidak disampaikan secara maksimal.

Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat dalam program ini adalah para guru di SMA/MA terkait. Pihak sekolah memberikan berbagai akomodasi yang membantu berjalannya program, seperti peralatan penunjang program dan pemberian jadwal pelaksanaan

Keterlibatan dalam masyarakat. Para siswa terlibat aktif dalam pelaksanaan program, menyimak materi yang disampaikan dengan seksama, dan merespon aktif dengan bertanya terkait perkuliahan di akhir sesi.

Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi lokal dan budaya. Para siswa di SMA/MA Ciwaru masih merasa malu dan minder untuk bersaing dengan siswa dari sekolah lain. Hal tersebut menjadikan siswa merasa malas untuk bersekolah lebih tinggi.dan dapat menghambat dalam menggapai cita-cita. Kurangnya pemenuhan fasilitas, seperti pendaftaran sekolah untuk mendapatkan NISN siswa, dapat menjadi penghalang siswa untuk bisa mendaftar kuliah lewat jalur SNMPTN.

Potensi pengembangan/keberlanjutan. Para siswa membutuhkan fasilitas pendukung yang dapat menunjang kebutuhan siswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, seperti mendaftarkan sekolah untuk mendapatkan NISN bagi siswa.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan. Mahasiswa mendapatkan banyak pembelajaran dari para siswa. Mereka mengajarkan kebersyukuran atas segala kondisi yang ada dan keprihatinan yang harus terus diasah.

 

Revitalisasi Fasilitas Olahraga Lapangan Ciwaru

Hasil kegiatan program berupa papan skor yang terpapampang rapi di lapangan Desa Ciwaru. Olahraga lapangan merupakan jenis olahraga yang paling diminati di Desa Ciwaru ini, khususnya sepak bola. Dalam rangka perbaikan fasilitas olahraga lapangan di Desa Ciwaru, KKN-PPM UGM Unit JB009 berkontribusi dalam pembuatan papan skor yang belum ada di desa ini. Harapannya adalah masyarakat dapat lebih giat dan serius lagi dalam melakukan aktivitas pembibitan dan pembinaan olahraga lapangan, khususnya olahraga sepakbola lapangan. Selain itu, tujuan lain adalah sebagai bentuk peninggalan fisik KKN-PPM UGM Unit JB009 selain ilmu pengetahuan.

Hambatan terbesar dalam pembuatan papan skor ini adalah keterbatasan skill dari tim mahasiswa sendiri dalam melakukan proses pembuatan papan skor ini. Program ini mendapat dukungan penuh oleh perangkat desa dan pembina olahraga di Desa Ciwaru. Masyarakat turut membantu dalam proses pemasangan papan skor ini.

Setelah mengikuti program ini, temuan baru adalah semangat dan motivasi masyarakat akan berolahraga di desa ini sangat tinggi, bahkan melebihi ekspektasi Tim KKN JB009 saat proses perencanaan. Hasil program ini adalah kegiatan pembinaan keolahragaan permainan lapangan khususnya sepakbola dapat berjalan lebih maksimal dikarenakan fasilitas fisik yang lebih lengkap.

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya berbagi dan peduli sesama serta olahraga merupakan kegiatan yang dapat mengumpulkan seluruh warga untuk bersenang-senang bersama.

 

Pendampingan Pemajuan Homestay Ciwaru

Hasil kegiatan program berupa pelatihan dan diskusi mengenai bagaimana pengelolaan homestay yang baik menurut standar ASEAN (ASEAN Homestay Standard). Tujuan dari program ini adalah untuk membantu masyarakat pemilik homestay untuk dapat memberi servis lebih dari sekadar menyewakan rumah serta meningkatkan citra baik Desa Ciwaru di mata wisatawan dari sisi akomodasi wisata. ASEAN Homestay Standard merupakan standar homestay yang dirilis resmi langsung dari ASEAN. Tujuannya adalah untuk menyeragamkan standar bagi homestay di wilayah ASEAN. Kegiatan pelatihan diadakan 3 kali dengan materi yang berbeda-beda. Pertemuan pertama membahas mengenai industri homestay secara umum dan letaknya dalam siklus pariwisata. Pertemuan kedua membahas mengenai tata boga dan promosi homestay yang baik. Terakhir pertemuan ketiga membahas mengenai tata kelola keuangan dan cara mengembangkan homestay kedepannya.

Hambatan dari program ini adalah komitmen dari masyarakat dalam menjalani proses pelatihan. Program pelatihan yang rencananya diadakan 4 kali menjadi hanya 3 kali dikarenakan sulitnya berkomitmen akan waktu pelaksanaan pelatihan.

Peran serta masyarakat dalam program ini terlihat dari antusiasnya aparatur desa (pengurus Ikatan Homestay Ciletuh serta RT setempat) yang secara aktif membantu menarik dan mengumpulkan massa para pemilik homestay di Kampung Cimarinjung serta menyediakan tempat pelatihan yang kondusif.

Selama program berjalan, masyarakat dinilai cukup aktif serta antusias dalam mengikuti pelatihan. Terlihat dari partisipasi masyarakat dalam diskusi dan penyampaian materi yang dinilai cukup aktif untuk kalangan masyarakat desa yang terkenal pasif.

Temuan baru yang diperoleh dari program ini adalah ternyata masyarakat Kampung Cimarinjung sangat tertarik untuk belajar dan mendalami industri homestay.

Hasil program ini merupakan sebuah pelatihan yang nantinya akan memperkaya pengalaman akomodasi wisatawan yang berkunjung ke Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu. Program kerja ini akan memberikan semangat positif bagi masyarakat untuk bersinergi membangun industri akomodasi di Desa Ciwaru.

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah bagaimana berproses menanggapi masyarakat yang bermacam-macam.

 

Manajemen Sampah

Hasil Kegiatan dari program manajemen sampah memiliki output sosialisasi kepada masyarakat dalam hal bagaimana membuang sampah yang baik dan benar. Desa Ciwaru yang kini merupakan objek wisata tentunya menjadi representatif desa terhadap turis. Masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan dengan cara membakar sampah maupun membuangnya di kali haruslah diedukasi untuk membuang sampah pada tempatnya atau mengolah sampah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomis; hal tersebut terangkum di dalam sebuah poster berukuran A3. Juga, adanya stikerisasi terkait “Buang Sampah Itu Mudah” yang memiliki arti bahwa membuang sampah pada tempatnya merupakan satu langkah mudah untuk tidak membuang sampah secara sembarangan.

Hambatan dan tantangan yang didapatkan adalah terkait cara penyampaian dengan mudah dan lugas yang akan terangkum di dalam sebuah siklus merupakan sebuah tantangan karena mahasiswa ingin pesan yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan benar, terutama pada kalangan anak bangku sekolah dasar. Namun, pada umumnya, tidak ada hambatan maupun tantangan yang berarti.

Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat untuk program ini mendapat dukungan yang baik dari berbagai pihak dikarenakan permasalahan terkait sampah merupakan salah satu permasalahan yang cukup serius di Desa Ciwaru.

Keterlibatan dalam masyarakat adalah cukup antusias dalam mendapatkan pemahaman perihal bagaimana mengelola sampah yang baik dan benar. Masyarakat antusias dalam memperhatikan penyampaian yang dilakukan oleh mahasiswa. Masyarakat pun sudah sedikit paham terkait bagaimana mengolah sampah menjadi sebuah produk daur ulang.

Temuan baru yang didapatkan adalah masyarakat mengakui bahwa mereka masih membuang sampah secara sembarangan di parit/kali/got; atau juga membakar sampah yang dapat menimbulkan polusi udara.

Potensi pengembangan/keberlanjutan untuk program ini dapat berjalan hingga seterusnya. Sesungguhnya masyarakat dapat dengan mudah disadarkan perihal dampak yang dapat ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Sehingga, dengan adanya sosialisasi terkait membuang sampah yang baik dan benar, dan juga adanya sosialisasi terkait sampah yang dapat didaur ulang dan dapat menghasilkan keuntungan dari sisi ekonomi, maka program ini diharapkan dapat terus dilakukan pengembangan dan berlanjut hingga masyarakat dapat secara mandiri melakukan hal-hal di atas.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan yang didapat adalah kepedulian bersama; jikalau mendapat kesulitan, maka yang lain membantu.

 

Pemasaran Potensi Souvenir Terarium di Geopark Corner

Program ini memberikan cara bagaimana melakukan pemasaran terkait terarium yang dapat dijadikan souvenir khas Ciwaru karena nilai jualnya yang cukup tinggi dengan sasarannya adalah anak muda maupun turis yang berkunjung ke Curug Sodong/Cikanteh.

Masyarakat masih belum berminat untuk serius terhadap terarium ini dikarenakan terkendalanya bahan-bahan dan juga belum berminat untuk dikomersilkan secara umum. Meski demikian, ibu-ibu PKK, yang menjadi sasaran program ini, dapat dikatakan mendukung dengan adanya pelaksanaan program ini. Selama program berjalan, Ibu-Ibu PKK cukup membantu dalam beberapa penyediaan bahan baku guna terlaksananya program terarium yang diusung oleh klaster agro dan penyampaian materi dapat diterima cukup baik seusainya.

Potensi souvenir terarium untuk turis cukup diminati oleh, setidaknya, Ibu-Ibu PKK—bahwa mereka melihat adanya potensi yang baik dari hal ini. Pembuatan souvenir ini dapat memajukan perekonomian warga desa apabila ditekuni dengan baik. Salah satunya dengan mengembangkan kreativitas baru terkait wadah kaca atau komposisi dari souvenir itu sendiri.

Nilai penting yang didapat dari program ini adalah berbagai bahan-bahan yang dianggap tidak berguna dapat digunakan untuk berbagai hal menarik lainnya. Melalui pengenalan potensi souvenir ini pun dapat meningkatkan kepedulian satu sama lain, khususnya demi kemajuan bersama.

 

Pelatihan Kewirausahaan Remaja

Hasil kegiatan dari program ini memiliki output membuat sebuah perencanaan bisnis yang matang agar berbisnis tidak keluar dari jalurnya. Hal ini dirancang agar mereka yang ingin memulai sebuah bisnis untuk dapat memikirkan segala sesuatunya dengan matang dan terencana.

Hambatan dan tantangan yang diterima adalah tidak adanya hambatan dalam program ini. Tantangan yang didapat ialah mengenalkan dunia kewirausahaan kepada anak muda, spesifiknya ialah anak SMA, bahwa dalam berwirausaha itu bukanlah sebuah langkah mudah, melainkan butuh perhatian dan kesiapan yang matang.

Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat yang didapat adalah pihak sekolah yang terlibat sangat mendukung pelaksanaan ini. Diharapkan insan dari sekolah terkait mendapatkan ilmu yang dapat diaplikasikan di kemudian hari.

Keterlibatan dalam masyarakat program ini adalah anak SMA yang terlibat sangat aktif dengan beberapa kali mengajukan pertanyaan dan responsif di saat pemateri memberikan pertanyaan-pertanyaan.

Temuan baru yang ditemukan adalah sasaran program ini memiliki ketertarikan terhadap wirausaha, khususnya dalam berbisnis secara online seperti di Instagram maupun Facebook.

Potensi pengembangan/keberlanjutan program ini adalah potensi untuk dilakukan pengembangan agar lebih matang diterapkan pun dapat berjalan hingga beberapa waktu ke depan yang tetap harus dilakukan pengembangan sedemikian rupa agar ilmu yang diberikan tetap mengikuti zaman.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan yang didapat adalah kepedulian bersama; jikalau mendapat kesulitan, maka yang lain membantu.

 

Sosialisasi Anti Napza

Program ini berupa penyuluhan terhadap siswa SMAN 1 Ciemas kelas 11 dan 12. Program ini bekerja sama dengan pihak BNN Kabupaten Sukabumi. BNN Kabupaten Sukabumi menyampaikan materi mengenai pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Program ini diharapkan dapat membentengi generasi muda Desa Ciwaru dari bahaya Narkoba.

Tantangan dari program ini adalah dalam mendatangkan Narasumber yang berasal dari Kota Sukabumi. Tanggal kedatangan Narasumber lebih cepat dari yang diperkirakan sesuai rencana. Narasumber direncanakan akan memberikan materi pada tanggal 31 Juli 2018, namun rencana tersebut berubah menjadi tanggal 18 Juli 2018. Perubahan tanggal tersebut mengakibatkan waktu persiapan terhadap Sosialisasi Anti NAPZA untuk SMAN 1 Ciemas sangat sedikit yaitu kurang dari 48 jam. Tantangan juga dirasakan oleh panitia konsumsi dan perlengkapan dalam mempersiapkan snack, sound system dan proyektor.

Peran BNN Kabupaten Sukabumi sangat terlihat dalam menyampaikan materi dan tegas terhadap UU yang berlaku. Kelompok PKK juga terlibat dalam mempersiapkan konsumsi untuk narasumber dan peserta sosialisasi. Siswa peserta sekolah sangat antusias terhadap program ini. Hal ini dikarenakan mereka menganggap materi yang disampaikan merupakan materi yang sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap masa depan mereka agar terhindar dari jerat narkoba. Program ini juga melibatkan masyarakat (PKK) dalam mempersiapkan konsumsi untuk peserta dan narasumber.

Walaupun Ciwaru merupakan desa terpencil, masih terdapat peredaran narkoba di daerah ini. Hal ini disampaikan sendiri oleh pemerintah desa setempat dan dikonfirmasi sendiri oleh pihak BNN Kabupaten Sukabumi ketika menyampaikan materi. Program ini sangat efektif dalam menyampaikan bahaya dari narkoba dan tegasnya pihak yang berwenang dalam memerangi narkoba. Hal serupa juga dapat diterapkan setiap tahun dikarenakan banyaknya pemuda dan adanya SMA di desa ini sebagai target program terutama pada masa orientasi sekolah.

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah narkoba sangat berbahaya apabila disalahgunakan karena dapat menyebabkan gangguan mental dan perilaku. Tidak hanya pengguna, pengedar ilegal narkoba juga diancam dengan hukuman yang berat sesuai dengan UU yang berlaku.

 

Sosialisasi Hukum Pertanahan

Sosialisasi Hukum Pertanahan merupakan program yang bersifat interdisipliner dengan program dari klaster Saintek yaitu Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penyuluhan hukum ini diberikan langsung oleh pihak yang berwenang terhadap administrasi pertanahan di Indonesia yaitu BNN Kabupaten Sukabumi. Program ini merupakan sosialisasi mengenai pembuatan sertifikat gratis untuk seluruh masyarakat karena berdasarkan dari hasil survei di Desa Ciwaru masih banyak tanah yang belum terdaftar oleh pemerintah. Penyuluhan ini dilakukan untuk mempersiapkan warga untuk melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan karena desa Ciwaru akan di data sesuai dengan program PTSL pada tahun 2019. Sosialisasi PTSL ini sangat perlu dilakukan mengingat permasalahan pertanahan di Desa Ciwaru juga tinggi.

Pelaksanaan sosialisasi PTSL ini dilakukan berdasarkan BAB III tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Bagian ke-4 pada Pasal 10 tentang Penyuluhan, dimana penyuluhan dilakukan oleh Kantor Pertanahan beserta Panitia Ajudikasi PTSL, Satgas Fisik dan Satgas Yuridis.

Penyampaian materi sosialisasi ini dilakukan oleh Kepala Bidang atau Kepala Sie Teknis (TIM) PTSL Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sukabumi yaitu Bapak Budi. Sosialisasi ini dihadiri oleh 18 warga Desa Ciwaru. Dalam sosialisasi,menjelaskan antara lain manfaat bagi masyarakat, pemerintah dan negara atas hasil pelaksanaan program PTSL, tahapan dan mekanisme kegiatan PTSL, penetapan dan pemasangan tanda batas masing-masing bidang tanah, dokumen yuridis yang perlu disiapkan, jadwal pengukuran bidang tanah dan pengumpulan data yuridis oleh Satgas Fisik dan Satgas Yuridis, hasil akhir kegiatan program PTSL, pembiayaan  yang  disediakan  oleh  Pemerintah  dan sumber lain yang sah melalui kegiatan PTSL, dan kemungkinan biaya dan pajak yang akan ditanggung oleh peserta kegiatan PTSL.

Kendala yang ditemui dalam program ini adalah sulitnya melakukan koordinasi dengan kepala desa dan perangkat desa sehingga untuk mengurus perihal administrasi menjadi lebih sulit. Kendala lain yaitu mendadaknya konfirmasi yang diberikan pihak Badan pertanahan Nasional kepada penanggung jawab pengadaan program sehingga menjadi kurang persiapan yang dilakukan. Harapan untuk kedepannya yaitu masyarakat Desa Ciwaru lebih memahami pentingnya sertifikat tanah, tidak terjadi sengketa tanah, lebih memahami prosedur pendaftaran tanah terutama untuk proyek sertifikat PTSL ini, dan untuk pemerintah desa dapat lebih mendukung dan membersamai masyarakat Desa Ciwaru untuk dapat memperoleh sertifikat melalui program PTSL ini.

 

Senam Sehat

Hasil Kegiatan program ini tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan daya tahan peserta, program ini juga berhasil menyatukan warga secara rutin. Hal ini dapat dilihat dari rutinnya pelaksanaan senam pada sore hari setelah sholat ashar. Berbagai macam gerakan senam sudah dilakukan dalam pelaksanaan program ini.

Hambatan dan Tantangan yang diterima adalah tidak ada hambatan khusus dalam melaksanakan program ini.

Jejaring Kemitraan dan Peran Serta Masyarakat untuk program ini tidak memiliki jaringan kemitraan dengan pihak manapun. Semangat dan konsistensi pesertalah yang membuat program ini berjalan dengan baik.

Keterlibatan dalam Masyarakat yang dirasakan adalah masyarakat sangat antusias dengan adanya program senam ini. Oleh karena itu, peserta senam memberanikan diri dan bersemangat untuk ikut berpartisipasi dalam perlombaan senam sehingga melakukan latihan rutin.

Temuan Baru yang ditemukan adalah semangat dan kebersamaan warga untuk melakukan senam setiap hari.

Potensi Keberlanjutan program ini memiliki potensi yang berkelanjutan karena para peserta sangat semangat dalam hal senam meskipun ketika mahasiswa yang menjadi instruktur senam tidak bisa hadir dikarenakan ada program lain yang harus dilakukan.

Pengayaan Batin dan Petualangan Kemanusiaan dari program ini adalah pentingnya kebersamaan di dalam masyarakat agar menjadi sebuah desa yang harmonis. Semangat yang sangat besar terhadap satu hal seperti senam dapat menyatukan warga.

 

Geofunplay

Hasil dari program ini adalah ular tangga raksasa sebagai media siswa dalam memperoleh pengetahuan terkait geopark yang ada di Desa Ciwaru. Para siswa dapat memainkan permainan ini secara berkelompok maupun individual. Setiap kelompok dapat beranggotakan 2-3 siswa. Permainan ular tangga raksasa ini sedikit memodifikasi aturan permainan ular tangga pada umumnya. Peserta yang terlibat dalam permainan ini akan membentuk kelompok sesuai ketentuan yang telah ada (berjumlah 2-3 siswa). Untuk dapat memulai perjalanan menuju garis finish, setiap kelompok harus memperoleh angka 6 dari dadu yang telah disediakan. Setelah memperoleh angka 6 tersebut, pemain dapat menginjak kotak Start pada ular tangga raksasa. Selanjutnya, setiap pemain angka melemparkan dadu secara bergiliran dan menjawab pertanyaan seputar pengetahuan geopark. Apabila pemain mamupu menjawab pertanyaan yang diberikan, maka ia dapat maju ke kotak selanjutnya sesuai dengan angka yang diperoleh dari pelemparan dadu. Namun, jika pemain tidak dapat menjawab pertanyaan yang diberikan, maka iya harus mundur ke posisi sebelumnya. Permainan ini akan berakhir ketika salah satu pemain telah mencapai kotak finish.

Kesulitan yang dialami dalam pelaksanaan program ini adalah jarak yang cukup jauh untuk dapat mencetak ular tangga raksasa tersebut dan juga dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan kemampuan siswa sekolah dasar.

Pihak SDN Tegalcaringin memberikan akomodasi terkait pengetahuan tentang geopark yang ada di Desa Ciwaru dan sekitarnya. Mereka pun juga membantu mahasiswa dalam mengembangkan konsep yang sesuai untuk siswa-siswi yang menjadi sasaran dari program ini.

Siswa maupun guru SDN Tegalcaringin menunjukkan respon positif pada permainan ini, serta mendorong siswa-siswi untuk mengetahui lebih banyak terkait geopark yang ada di desa wisata ini.Temuan baru yang didapatkan dari kegiatan ini adalah berbagai potensi lain di Desa Ciwaru yang dapat menjadi tempat wisata yang menarik.

Permainan ular tangga raksasa ini juga dapat digunakan oleh guru untuk berbagai mata pelajaran lainnya sehingga siswa lebih tertarik untuk belajar sambil bermain. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan menyiapkan soal-soal lain sesuai dengan mata pelajaran atau materi yang ingin disampaikan pada siswa-siswi.

Melalui pembuatan permainan ini, mahasiswa mendapatkan berbagai bentuk permainan yang dapat membantu dalam menyampaikan materi kepada anak. Kebersamaan pun semakin terbentuk dengan adanya kerja sama yang baik antar mahasiswa yang terlibat dalam program ini.

 

Fun English

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa sekolah dalam berbahasa Inggris, khususnya dalam memahami dan merespon percakapan bahasa Inggris. Siswa-siswi SDN Tegalcaringin dibimbing untuk dapat melakukan perkenalan diri dengan menggunakan Bahasa Inggris. Mereka juga diajarkan berbagai kosakata baru terkait berbagai hal di sekeliling mereka, seperti kosakata mengenai anggota tubuh dan juga lagu berbahasa Inggris yang sesuai dengan usia siswa sekolah dasar. Selain itu, siswa-siswi MA Yatina dibimbing untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam memahami dan merespon dalam percakapan berbahasa Inggris. Berbagai media belajar digunakan untuk meningkatkan ketertarikan mereka untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Media belajar yang digunakan antara lain dengan menggunakan vocabulary games, lagu, dan juga percakapan sederhana sehari-hari. Melalui berbagai media belajar tersebut, siswa-siswi MA Yatina dibimbing untuk membuat sebuah presentasi singkat dalam bahasa Inggris.

Beberapa hambatan yang dialami, antara lain: jadwal mengajar yang sulit untuk disesuaikan dengan beberapa program lain yang juga menyasar SDN Tegalcaringin, kondisi kelas yang kurang kondusif akibat dari jumlah siswa yang terlalu banyak dalam satu kelas yang sama, serta adanya perbedaan persepsi terkait pelaksanaan kegiatan antara mahasiswa dan pihak sekolah di awal pelaksanaan program ini.

Program ini sangat didukung oleh instansi pendidikan terkait, yakni SDN Tegalcaringin dan MA Yatina. Kedua instansi tersebut memberikan berbagai kemudahan dalam menentukan jadwal pelaksanaan dan juga memahami kondisi dari siswa-siswi yang terlibat.

Siswa-siswi yang terlibat dalam pelaksanaan program ini sangat antusias menerima pembelajaran yang diberikan. Selain itu, pihak sekolah senantiasa membantu dalam berbagai persiapan pelaksanaan serta mengakomodasi beberapa keperluan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program ini. Siswa-siswi yang terlibat dalam program ini memiliki potensi yang tinggi untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Mereka hanya kurang mendapat stimulasi dari lingkungan sekolah maupun rumah mereka. Selain itu, pihak sekolah tidak memiliki fasilitas sumber daya yang memadai untuk mengembangkan potensi tersebut. Salah satunya adalah tidak adanya guru yang memiliki kompetensi dalam mengajarkan mata pelajaran yang bersangkutan, yakni Bahasa Inggris.

Program ini dapat memberikan motivasi kepada siswa-siswi untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam menguasai bahasa asing, tidak hanya bahasa Inggris saja. Berbagai media yang digunakan pun dapat menjadi media belajar baru yang dapat digunakan oleh pihak sekolah dalam melakukan aktivitas belajar-mengajar. Melalui berbagai pelaksanaan yang telah dilakukan, mahasiswa menjadi lebih termotivasi untuk membantu adik-adik dalam mencapai mimpi dan juga mengembangkan bakat mereka. Mahasiswa menyadari bahwa siswa-siswi di desa ini hanya kurang mendapat stimulasi yang cukup untuk mengembangkan diri mereka. Oleh karena itu, mahasiswa merasa sangat beruntung dapat bertemu dengan pribadi-pribadi baru dan muda yang memiliki potensi yang luar biasa.

 

Psikoedukasi Kesehatan Mental

Program ini menghasilkanmasyarakat mulai dari orangtua murid dan siswa SMA yang lebih meningkat literasi mengenai kesehatan mental. Sebagaimana yang kami sadari bahwa pembicaraan atau diskusi mengenai kesehatan mentalmasih tabu dan ekslusif.

Pelaksanaan psikoeduaksi mendapat dukungan dari berbagai pihak,mulai dari akomodasi tempat, konsumsi dan waktu yang disediakan masyarakat. Tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaan program ini.

Kami menemukan bawah masyarakat masih belum menyadari mengenai pentingnya kesehatan mentla bagi kesejahteraan individu, keluarga dan komunitas untuk kemajuan sebuah daerah sehingga kami rassa program ini dapat dilanjutkan untuk periode selanjutnya.

Program ini tentunya sangan bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa. Program ini menjadi tempat praktik nyata untuk menjalankan ilmu yang telah didapat dan masyarakat dapat teredukasi mengenai sesuai yang awalnya tabu menjadi sesuatu yang lumrah untuk didiskusikan. Melalui program ini kamijuga menyadari bahwa permasalahan kesehatan mental dapat terjadi dimanapun dan kepada siapan secaralebih nyata.

 

Screening ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)

Program ini menghasilkan data dan deskripsi terkait kondisi siswa dengan kebutuhan khusus. Data dan deskripsi kondisi tersebut diberikan kepada sekolah untuk dijadikan bahan dasar dalam memberikan penanganan pembelajaran khusus pada siswa tertentu.

Kesulitan dari program ini adalah penyesuaian waktu dalam melakukan asesmen pada anak. Asesmen dilakukan di sekolah sehingga harus menyesuaikan dengan jam belajar sekolah. Kondisi siswa ketika diasesmen juga harus diperhatikan dan disiapkan agar tidak terjadi bias pelaksanaan.

Para guru di SD N Tegalcaringin membantu dalam mengumpulkan nama anak-anak dengan kebutuhan khusus sehingga mempermudah pelaksanaan asesmen. Para siswa berperilaku sangat kooperatif ketika bertemu dengan asesor dari mahasiswa. Asesmen juga dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan siswa sehingga tidak ada hambatan berarti saat program berlangsung.

Banyaknya anak berkebutuhan khusus yang belum terdiagnosis secara pasti oleh tenaga ahli psikolog. Tenaga dan layanan psikolog juga belum tersedia di Desa Ciwaru sehingga harus menempuh perjalanan ke Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan atau terapi. Jarak yang jauh menjadi hambatan bagi orang tua dari anak berkebutuhan khusus untuk melakukan pemeriksaan ataupun terapi.

Dinas pendidikan memberikan bantuan kepada sekolah berupa instrumen asesmen anak berkebuuhan khusus. Instrumen tersebut diberikan dan diajarkan kepada guru, serta dievaluasi setiap beberapa semester sekali. Data dari instrumen tersebut dapat dijadikan sebagai modul baha ajar untuk anak berkebutuhan khusus.

Mahasiswa mendapatkan banyak pembelajaran dari para siswa. Mereka mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kebersyukuran atas segala kondisi yang ada.

 

Pengadaan Media Belajar PAUD

Hasil dari kegiatan ini adalah media belajar baru dan menarik bagi anak-anak yang belajar di PAUD Putra Bangsa. Berbagai media yang telah berhasil dibuat, antara lain: media belajar nama-nama malaikat, Asmaul Husna, pengenalan huruf dan angka, pengenalan bentuk dan warna, hari dan bulan, dan juga media belajar berhitung. Selain itu, program ini juga membantu menghias ruang belajar anak untuk meningkatkan ketertarikan anak dalam belajar hal-hal baru.

Tantangan yang dialami dalam pembuatan media belajar ini adalah pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan. Pengumpulan bahan harus dilakukan dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh ke kota sebab kurangnya ketersediaan bahan yang diperlukan di Desa Ciwaru. Pengelola dari PAUD Putra Bangsa sangat mendukung program ini. Beliau bahkan mengakomodasi berbagai asupan gizi dari mahasiswa yang terlibat dalam program ini.

Murid-murid PAUD yang menghadiri kelas setiap pagi terlihat menyukai berbagai media belajar yang telah dipasang di ruang kelas mereka. Mereka pun menjadi antusias dalam belajar dengan media belajar yang telah dibuat. Salah satu temuan baru yang diperoleh dari pengadaan media belajar ini adalah kecenderungan anak untuk menjadi lebih aktif dalam pembelajaran ketika menggunakan media belajar yang menarik dan membuat mereka tidak hanya terpaku pada buku saja.

Media belajar atraktif dapat digunakan tidak hanya untuk mengajarkan satu bahan ajar saja. Media tersebut dapat diaplikasikan di berbagai mata pelajaran yang berbeda serta dapat meningkatkan minat baca anak. Selain itu, media-media yang telah ada dapat diperbaharui sesuai dengan berbagai perkembangan teknologi yang terjadi.

Pembuatan media belajar yang atraktif dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan suasana hati menjadi lebih positif. Interaksi dengan partner mahasiswa lain pun memberikan pengalaman yang berharga bagi setiap mahasiswa yang terlibat. Hal ini membantu pengakraban diri satu dengan yang lainnya.

 

My Family My Team

Program ini membantu menstimulasi anak-anak usia dini yang ada di PAUD Putra Bangsa. Anak-anak tersebut menjadi lebih tertarik untuk mempelajari berbagai hal baru yang telah disediakan oleh lingkungan mereka. Selain itu, keterlibatan ibu dalam pembimbingan anak menjadi lebih intens dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini menjadikan ikatan keluarga semakin erat, khususnya antara ibu dan anak, dalam pengoptimalan stimulasi anak. Program ini juga didukung dengan adanya pengadaan media belajar PAUD dan juga psikoedukasi kesehatan mental bagi para ibu-ibu yang terlibat di PAUD Putra Bangsa tersebut.

Kesulitan untuk melaksanakan kegiatan di PAUD yang berbeda karena adanya keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki—dalam hal ini mahasiswa. Penyesuaian jadwal mengajar pun menjadi sulit karena adanya program lain yang diadakan pada saat pembelajaran di PAUD dilaksanakan.

Pengelola PAUD Putra Bangsa dan para ibu dari anak-anak PAUD tersebut memberikan akomodasi terkait penyesuaian jadwal dan juga akomodasi gizi bagi para mahasiswa yang terlibat. Ibu-ibu pun ikut membantu dalam mengajarkan berbagai materi yang dipersiapkan oleh mahasiswa dan tidak melarang berbagai media yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Anak-anak yang terlibat senantiasa aktif dalam merespon berbagai materi yang disampaikan. Mereka juga ikut aktif dalam mengajukan pertanyaan apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan.

Ibu-ibu dari anak-anak PAUD memberikan kepercayaan penuh bagi mahasiswa untuk mengajarkan berbagai materi pada anak mereka. Hal ini merupakan suatu bentuk apresiasi dari pengelola maupun ibu-ibu yang terlibat kepada mahasiswa yang secara sukarela ingin membagikan ilmu yang mereka miliki.

Kegiatan bersama yang melibatkan orangtua dan anak dapat lebih dikembangkan lagi dan dapat dilakukan dengan berbagai kreativitas. Hal ini dapat menjadi rutinitas kegiatan bulanan PAUD sehingga anak-anak dapat mengembangkan ikatan emosi mereka dengan orangtua mereka masing-masing.

Mahasiswa mendapatkan berbagai pelajaran menarik yang dapat diberikan oleh anak-anak usia dini. Mereka dapat mengajarkan kedisiplinan kepada kami, para mahasiswa, yang lebih sering menunda-nunda pekerjaan ataupun tugas.

 

Pekan Olahraga Desa

Kegiatan program ini berupa perlombaan sepak bola dalam rangka menyambut 17 Agustus. Perlombaan sepak bola berhasil menyatukan warga Desa Ciwaru. Warga sangat antusias dalam menyaksikan pertandingan sepak bola hal ini dapat dilihat dari jumlah penonton sepak bola di lapangan desa Ciwaru yang tidak pernah sepi dari penonton. Tidak hanya antusiasme dari penonton, banyak klub desa dan sma yang mendaftarkan diri untuk meramaikan agenda 17 Agustus tahun ini yang terdiri dari 12 tim yang kemudian dibagi menjadi 2 grup.

Tidak ada hambatan dalam menjalankan program ini, semua berjalan sesuai rencana. Namun, di salah satu pertandingan terdapat tim yang tidak puas dengan keputusan wasit dan memilih untuk mengundurkan diri dari pertandingan. Program ini mendapat dukungan penuh oleh pihak pemerintah desa karena warga sangat ingin meramaikan agenda 17 Agustus tahun ini dengan perlombaan. Oleh karena itu Unit KKN diberikan kepercayaan untuk turut serta menyusun agenda perlombaan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Program ini jelas sangat melibatkan masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang menonton pada setiap pertandingannya. Pertandingan sepak bola ini juga hanya diperuntukan untuk klub-klub desa Ciwaru. Antusiasme warga juga sangat terlihat ketika diadakan technical meeting di balai desa.

Ketika diadakan technical meeting ada beberapa aturan yang diubah sehingga tidak sesuai dengan peraturan sepak bola umumnya (aturan FIFA) seperti waktu bermain 2X30 menit. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan pertandingan tidak terpotong oleh waktu sholat ashar dan maghrib. Selain lama waktu pertandingan, perlombaan ini juga tidak mengenal adanya aturan akumulasi kartu kuning. Hasil program ini berpotensi besar untuk dapat dilanjutkan di tiap tahun kedepannya karena warga dan pemerintah desa sangat antusias dalam sepakbola terutama dalam meramaikan agenda 17 Agustus. Warga desa Ciwaru sangat bangga dengan agenda 17 Agustus karena selalu akan ramai setiap tahunnya.

Pelajaran penting yang diperoleh dari program ini adalah pentingnya kebersamaan di dalam masyarakat agar menjadi sebuah desa yang harmonis. Semangat yang sangat besar terhadap satu hal seperti sepak bola dapat menyatukan sebuah desa.